Pencegahan Penyakit Kekurangan Vitamin B1 atau Beri-beri

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di Indonesia, penyakit Beri-beri bukanlah penyakit yang asing. Masyarakat telah mengenal penyakit yang satu ini. Penyakit ini timbul akibat kurangnya vitamin B1.

Penyakit beri-beri dapat menyerang siapa saja. Tak terkecuali bayi yang disusui oleh ibu yang kekurangan vitamin B1, atau bayi yang hanya mengonsumsi susu formula yang kadar vitamin B1nya tidak mencukupi gizi yang dibutuhkan bayi.

Beri-beri juga sama dengan penyakit yang berhubungan dengan kekurangan vitamin lainnya, yakni menjadi kondisi serius yang harus segera ditangani dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Menunda pengobatan beri-beri dapat mengakibatkan komplikasi permanen bahkan kematian. Jika Anda mengalami gejala-gejala terkait beri-beri, atau Anda merasa kurang mengonsumsi vitamin B1, sebaiknya mintalah.

Gejala beri-beri akan bervariasi tergantung sistem mana yang diserangnya (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Umumnya gejala beri-beri adalah reversibel, dengan syarat segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan medis.

Beri-beri sendiri dibagi dalam dua jenis, yakni beri-beri basah dan beri-beri kering. Berikut gejala yang timbul dari beri-beri basah:

  • Peningkatan denyut jantung
  • Kelelahan atau kelemahan
  • Nyeri dan bengkak pada kaki
  • Mengalami sesak napas
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)

Sedangkan gejala beri-beri kering, penderitanya akan mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Kesulitan berjalan
  • Hilangnya koordinasi otot
  • Hilangnya sensasi
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis (radang otak akut)
  • Kelumpuhan
  • Gangguan bicara (cadel)
  • Kesemutan atau sensasi lain yang tidak biasa yang terjadi pada tangan atau kaki
  • Muntah
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah

Beri-beri dapat dicegah dengan mencegah penyakit beri-beri, diperlukan konsumsi makanan bernutrisi seimbang dan kaya akan thiamin. Para ibu hamil dan menyusui juga harus mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui kadar vitamin B-1 dalam tubuhnya agar tidak kekurangan. Selama penyakit beri-beri diketahui sedini mungkin dan langsung mendapatkan penanganan maka kerusakan saraf maupun jantung akibat kondisi ini dapat segera di hindari.

Beri-beri disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Kurangnya tiamin dapat disebabkan karena kurangnya asupan tiamin ke dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin tersebut. Karena saat ini sudah terdapat banyak makanan yang lengkap dengan vitamin, dan banyaknya suplemen vitamin, kekurangan asupan tiamin sudah jarang ditemui. Sebaliknya, beri-beri yang terjadi saat ini umumnya adalah karena ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan tiamin tersebut. Hal ini disebabkan karena penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan, atau juga disebabkan karena kelainan herediter.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY