Pencegahan Penyakit Phimosis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada anak laki-laki dan pria dewasa yang belum disunat, dapat terjadi penyempitan atau perlengkatan kulup sehingga tidak dapat ditarik kembali ke atas kepala penis. Kondisi ini disebut phimosis. Phimosis secara fisiologis dianggap sebagai kondisi normal pada bayi dan balita. Sekitar usia dua tahun, kulup anak laki-laki seharusnya mulai terpisah secara alami dari kepala penis. Pada beberapa anak, pemisahan kulup ini mungkin memakan waktu lebih lama. Pada remaja atau orang dewasa, phimosis dapat timbul akibat ada kondisi lain yang mendasarinya.

Selama proses pertumbuhan, kulup dapat gagal memisah sehingga membuat beberapa anak memiliki phimosis. Pada orang dewasa, pria yang tidak disunat lebih besar kemungkinannya memiliki phimosis. Kebersihan organ intim yang tidak terawat dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan atau infeksi pada penis, yang mengarah ke phimosis. Selain itu, penindikan atau penerapan aksesoris pada daerah penis juga dapat menjadi penyebab phimosis.

Tingkat keparahan phimosis tidak selalu sama pada setiap penderitanya. Secara umum, gejala phimosis meliputi:

  • Penis menjadi menggelembung, membesar atau membengkak
  • Warna penis mengalami perubahan
  • Iritasi lokal karena penumpukan kotoran di kulup
  • Kesulitan atau nyeri saat buang air kecil
  • Urin yang kelura terkadang menetes atau mengalir ke arah yang tak terduga
  • Kulup penis tidak bisa ditarik ke belakang ketika akan dibersihkan
  • Masalah ereksi (pada orang dewasa)

Phimosis yang dibiarkan dapat menyebabkan penumpukan kotoran hasil sekresi kelenjar kulup, yang disebut smegma, di sekitar kepala penis. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran berbagai bakteri sehingga meningkatkan risiko peradangan pada penis. Bila dibiarkan, ini dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti kanker penis. Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Maka dari itu, lebih baik lakukan langkah-langkah yang dapat mencegah phimosis agar Anda tidak sampai dirugikan oleh kondisi ini.

Pencegahan phimosis dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Jangan gunakan diaper sepanjang hari, cukup gunakan saat anak tidur malam atau berpergian.
  • Jangan gonta-ganti merek diaper. Pilihlan satu merek yang paling cocok untuk anak.
  • Setelah buang air kecil, penis dibersihkan dengan air hangat menggunakan kasa. Cukup diusap dari atas ke bawah dengan satu arah sehingga penis menjadi bersih dan kotoran di sekitarnya hilang.
  • Setiap selesai buang air kecil, popok selalu diganti guna menghindari iritasi pada penis.
  • Setelah buang air kecil, hindari penggunaan banyak sabun untuk membersihkan penis, karena bisa menyebabkan iritasi.
  • Pada orang dewasa yang sudah aktif secara seksual, praktek seks aman dapat mencegah timbulnya masalah pada penis, termasuk phimosis. Ini seperti berhubungan seks dengan satu pasangan dan memakai kondom.

Menurut sejumlah ahli, phimosis pada anak atau pada orang dewasa yang menderita phimosis berulang, sirkumsisi (khitan) dapat mencegah dan mengatasi masalah phimosis secara permanen. Mengenai hal ini, Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY