Pencegahan Skizofrenia pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda pernah mengalami suatu halusinasi atau delusi yang terjadi secara tiba-tiba? atau Anda merasa bahwa ada sesuatu yang berubah pada perilaku atau motivasi dalam diri Anda? Jika hal tersebut pernah Anda alami atau mungkin sedang Anda alami, sebaiknya Anda lebih berhati-hati karena bisa saja hal tersebut merupakan gejala awal dari gangguan skizofrenia. Apakah yang dimaksud dengan gangguan ini? pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai pencegahan dari gangguan ini khususnya bagi kaum wanita.

Skizofrenia mungkin masih asing didengar oleh Anda. Skizofrenia  adalah penyakit atau gangguan mental yang ditandai dengan adanya gejala halusinasi dan delusi, gangguan pikiran, perilaku dan motivasi. Penyebabnya Skizofernia belum diketahui secara jelas. Gangguan Skizofrenia bisa terjadi pada pria maupun wanita dan biasanya terjadi pada 1 dari 100 orang. Usia yang paling umum berkembangnya gangguan ini adalah antara usia 15-25 pada pria dan atara 25-35 pada wanita.

Dalam beberapa kasus, Skizofrenia merupakan penyakit yang mudah kambuh dan bisa menetap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Akan tetapi pada sebagian orang hanya mengalami gangguan ini sekali saja dalam jangka waktu beberapa minggu. Skizofrenia adalah suatu kondisi dimana kesehatan mental mengalami gangguan serius yang menyebabkan gangguan pikiran, keyakinan dan pengalaman. Orang yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam membedakan antara realita dan mana yang hanya khayalan atau alam pikiran.

Meskipun penyebab skizofrenia belum diketahui pasti, namun sejumlah ahli berpendapat bahwa perkembangan kondisi ini tidak lepas dari peran kombinasi antara faktor genetika dan lingkungan. Dugaan mengenai pengaruh lainnya adalah kelainan pada zat-zat kimia otak, seperti asam glutamat dan dopamin.

Penelitian oleh para ahli yang didasarkan pada pencitraan otak juga mengatakan bahwa ada perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf penderita skizofrenia dengan orang yang sehat. Faktor genetika, zat-zat kimia otak, struktur otak, dan sistem saraf merupakan bagian dari faktor dalam, sedangkan yang termasuk faktor luar atau lingkungan bisa berupa stres dan penyalahgunaan narkoba.

Stres atau trauma diduga menjadi salahsatu pemicu utama skizofrenia. Banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami stres, diantaranya adalah kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah, kehilangan orang yang dicintai, perceraian, pelecehan seksual, dan sebagainya.

Sedangkan untuk kasus penggunaan narkoba memang tidak menyebabkan skizofrenia secara langsung, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa remaja pengguna ganja yang berusia di bawah 15 tahun, memiliki risiko empat kali lipat lebih besar untuk terkena skizofrenia jika dibandingkan dengan remaja yang tidak menggunakan ganja. Selain ganja, jenis narkona lainnya pun disinyalir dapat menjadi pemicu skizofrenia seperti kokain, heroin, dan sabu-sabu.

Sama seperti gangguan lainnya, gejala skizofrenia memiliki gejala yang bisa dikenali dan gejala ini dibagi dalam dua kategori, yaitu gejala negatif dan positif.

Gejala negatif skizofrenia menggambarkan hilangnya sifat dan kemampuan tertentu yang biasanya ada dalam diri orang yang normal. Sedangkan gejala ‘positif’ menggambarkan tanda-tanda psikotik yang muncul dalam diri seseorang akibat menderita skizofrenia.

Gejala negatif berkembang secara bertahap atau perlahan-lahan, hingga akhirnya menjadi semakin memburuk. Gejala negatif bisa berupa:

  • Rasa enggan untuk bersosialisasi dan tidak nyaman berada dekat dengan orang lain sehingga lebih memilih untuk berdiam di rumah.
  • Kehilangan konsentrasi.
  • Pola tidur yang berubah.
  • Kehilangan minat dan motivasi baik dalam menjalin hubungan dengan orang lain maupun dalam hidup secara keseluruhan.

Ketika penderita sedang mengalami gejala negatif, dia akan terlihat apatis dan datar secara emosi. Karena tidak sadar atau tidak tahu mengenai gejala negatif skizofrenia ini, kadang-kadang orang lain bisa menyalahartikan itu sebagai sikap malas atau tidak sopan.

Gejala positif skizofrenia terdiri dari:

  • Halusinasi

Terjadi pada saat panca indera seseorang terangsang oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Fenomena halusinasi terasa sangat nyata bagi penderita.

  • Delusi

Delusi yaitu kepercayaan kuat yang tidak didasari logika atau kenyataan yang sebenarnya.

  • Pikiran kacau dan perubahan perilaku.

Gejala ini menunjukan penderita sulit berkonsentrasi dan pikirannya seperti melayang-layang tidak tentu arah sehingga kata-kata mereka menjadi membingungkan. Penderita juga bisa merasa kehilangan kendali atas pikirannya sendiri. Perilaku penderita skizofrenia juga menjadi tidak terduga dan bahkan di luar norma.

Untuk mengatasi gangguan ini, lebih baik jika melakukan pencegahan pada diri Anda dan keluarga Anda, pencegahan tersebut antara lain:

  • Menjauhi narkoba dan jenis obat-obatan terlarang lainnya
  • Berolahraga yang teratur agar badan dan pikiran Anda selalu segar dan sehat

Hindari stres terlalu berat, ada baiknya jika pikiran atau beban dalam diri Anda sudah dirasa terlalu berat Anda berbagi cerita atau berkomunikasi dengan orang-orang terdekat Anda

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY