Pencegahan Solusio Plasenta pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Solusio plasenta merupakan gangguan yang jarang terjadi pada ibu hamil. Tetapi adanya solusio plasenta ini harus anda waspadai karena dapat membahayakan keadaan anda dan bayi. Ibu hamil yang terkena solusio plasenta jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin.

Solusio plasenta adalah keadaan dimana sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding dalam rahim sebelum janin lahir. Solusio plasenta biasanya terjadi pada usia kehamilan trimester ketiga. Tetapi ada juga pada beberapa kasus solusio plasenta terjadi sebelum kandungan menginjak 20 minggu.

Pencegahan

Karena solusio plasenta membahayakan keadaan ibu dan janin pasti anda akan khawatir dan takut jika suatu saat dapat terkena solusio plasenta. Namun anda tidak perlu khawatir, sebenarnya solusio plasenta itu dapat dicegah dengan beberapa cara.

Pada dasarnya, untuk mencegah terjadinya solusio plasenta pada ibu hamil tidak bisa dicegah secara langsung, tetapi pencegahan dilakukan dengan mengurangi faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya solusio plasenta. Sehingga, ketika ibu sudah mengalami keluhan, lebih baiknya segera temui dokter sehingga dokter akan dengan cepat menangani masalah tersebut.

Agar anda dapat mencegah solusio plasenta. Berikut faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya solusio plasenta. Anda perlu mengetahuinya agar dapat mengurangi kemungkinan tersebut. Faktor risikonya meliputi :

  1. Pada kehamilan sebelumnya pernah mengalami solusio plasenta. Jika ibu hamil memiliki riwayat solusio plasenta sebelumnya, maka kehamilan ibu saat ini akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami solusio plasenta.
  2. Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah ibu tinggi atau tidak dalam keadaan normal.
  3. Cedera perut. Cedera perut yang dapat meningkatkan risiko solusio plasenta yaitu karena terjadinya cedera perut akibat jatuh atau terkena pukulan di bagian perut.
  4. Merokok dan minum alkohol. Ketika hamil sebaiknya ibu menghindari atau jangan merokok dan minum minuman beralkohol karena kasus solusio plasenta ini lebih sering terjadi pada wanita yang merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
  5. Ketuban pecah dini. Jika selaput ketuban yang menyelubungi janin ketika di dalam kandungan pecah sebelum waktunya maka risiko anda untuk terkena solusio plasenta juga akan meningkat.
  6. Terjadi gangguan pembekuan darah jug dapat meningkatkan kemungkinan terkena solusio plasenta.
  7. Hamil kembar. Solusio plasenta pada ibu hamil dengan janin kembar kemungkinan terjadi ketika bayi pertama sudah lahir dan rongga rahim mengecil, sehingga memicu terlepasnya plasenta sebelum bayi kedua lahir.
  8. Usia ibu saat hamil. Solusio plasenta lebih sering terjadi pada ibu hamil dengan usia 40 tahun ke atas. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY