Pencegahan Stroke di Masa Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tinggi di Indonesia. Selama ini, stroke kerap diidentikkan dengan penyakitnya para orang tua. Namun, nyatanya orang dewasa muda juga bisa mengalami stroke. Termasuk pula ibu hamil, risiko stroke diketahui meningkat selama kehamilan. Hal ini terkait perubahan dalam tubuh yang menyertai kehamilan itu sendiri, seperti meningkatnya tekanan darah yang pada gilirannya meningkatkan stres pada jantung.

Ibu hamil menjadi lebih berisiko stroke ketika mengidap komplikasi kehamilan, terutama preeklampsia. Kondisi ini merujuk pada peningkatan tekanan darah yang bisa terjadi di pertengahan kehamilan. Menurut penelitian, wanita yang mengalami preeklampsia memiliki risiko lebih tinggi terhadap stroke iskemik, dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki preeklampsia. Risikonya pun makin tinggi jika sebelum hamil kurang memerhatikan pentingnya gaya hidup sehat. Selain meningkatkan risiko stroke, preeklampsia juga berakibat fatal bagi bayi. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan bayi adalah dengan melahirkannya, walaupun belum cukup bulan.

Risiko stroke yang menyertai kehamilan dapat diminalisir dengan menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menjaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko darah tinggi. Ibu hamil memang tidak boleh melakukan diet ketat. Namun, bukan berarti ibu hamil juga dibenarkan untuk makan semaunya. Penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan hindari junk food, agar berat badan tetap pada tingkat yang ideal.
  • Diet seimbang. Tak hanya menjaga berat badan ideal, diet seimbang juga dapat mencegah diabetes selama kehamilan. Terlebih bila sebelumnya Anda memiliki riwayat diabetes. Diabetes selama kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklampsia dan komplikasi kehamilan lainnya.
  • Berolahraga secara teratur. Ibu hamil juga tetap disarankan untuk berolahraga. Namun, jenis dan porsinya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Karena kondisi setiap ibu hamil tak selalu sama, mintalah saran dokter kandungan mengenai jenis olahraga dan intensitas olahraga yang aman sesuai kondiisi kehamilan.
  • Istirahat yang cukup. Meski umum menyertai kehamilan, kelelahan harus sebisa mungkin diatasi dengan istirahat yang cukup. Kelalahan bahkan bisa memicu keguguran. Bila Anda sering kurang tidur, segeralah rubah kebiasaan tersebut. Tak hanya sekedar kelelahan, kurang tidur juga memicu stres dan pada gilirannya membuat tekanan darah meningkat.
  • Pemeriksaan kehamilan rutin. Agar kehamilan berjalan lancar, penting bagi para wanita hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkelanjutan sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter kandungan. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here