Pendarahan Setelah Berhubungan Seksual

SehatFresh.com – Pendarahan karena hubungan seksual, yang juga dikenal sebagai pendarahan post-coital, adalah pendarahan vagina yang terjadi setelah hubungan seksual. Pendarahan ini bisa terjadi karena berbagai alasan mulai dari trauma vagina, kondisi serviks atau infeksi dan penyakit menular seksual. Pendarahan setelah berhubungan seks adalah kondisi yang tidak normal dan harus segera mendapat evaluasi medis. Pengobatan akan berdasar pada penyebab yang mendasarinya.

  • Infeksi

Pendarahan selama atau setelah hubungan dapat dikaitkan dengan infeksi seperti vaginitis. Endometritis, adenomiosis dan endometriosis juga dapat menyebabkan pendarahan vagina selama atau setelah hubungan seksual. Dalam kasus endometriosis, jaringan endometrium yang melapisi rahim telah berkembang di organ lain seperti ovarium, saluran tuba atau bahkan kandung kemih. Dalam kasus yang parah di mana pengobatannya terlambat, penanganannya mungkin memerlukan histerektomi. Infeksi vagina lainnya seperti kandidiasis dapat meningkatkan suplai darah pada vagina sehingga membuatnya lebih rentan terhadap pendarahan.

  • Penyakit menular seksual

Pendarahan disertai nyeri juga dapat menjadi indikasi penyakit menular seksual. Penyakit radang panggul dan infeksi saluran kelamin bagian atas biasanya ditandai dengan pendarahan disertai rasa sakit dan demam. Jika gejala hadir selama atau setelah hubungan seksual, ini harus dikonsultasikan segera dengan dokter.

  • Kontrasepsi

Wanita yang memakai intra uterine device (IUD) bisa mengalami pendarahan ringan selama hubungan seksual selama beberapa minggu pertama setelah penyisipan perangkat. Beberapa wanita yang mengambil kombinasi kontrasepsi mungkin lebih rentan terhadap erosi serviks. Erosi serviks merupakan kondisi abnormal saat lapisan dari rahim melebar atau meluas sehingga melapisi ujung dari leher rahim. Kondisi ini menyebabkan jaringan lebih mudah untuk meradang atau infeksi. Kebanyakan wanita dengan kondisi ini mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Namun, beberapa mungkin mengalami keluarnya cairan vagian berlebihan atau pendarahan setelah hubungan seksual.

  • Tanda peringatan kanker

Secara umum, pendarahan vagina yang tidak teratur disebabkan kondisi non-kanker. Pada wanita pra-menopause, pendarahan vagina yang tidak teratur dapat disebabkan karena fluktuasi hormon dan bukan karena kanker. Wanita yang lebih tua terutama wanita pasca-menopause, pendarahan vagina bisa menjadi indikasi kanker ginekologi. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda berada pada peningkatan risiko kanker karena pendarahan vagina atau kondisi lainnya.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY