Pengaruh Asam Urat Pada Kehamilan

SehatFresh.com – Faktor utama yang membuat asam urat pada kehamilan harus diwaspadai adalah bahwa penyakit ini sulit untuk di diagnosa. Sehingga, hal tersebut akan mempersulit untuk mengetahui apakah Anda sedang terkena asam urat atau tidak.

Mengapa demikian? peningkatan kadar asam urat terhadap kehamilan itu sangat kuat. Jika tidak segera ditangani, maka hal tersebut bisa juga akan berakibat fatal dan akan berpengaruh terhadap psikologis dan kehamilan. Itulah sebabnya jika sebelum masa kehamilan menderita kadar asam urat tinggi, maka sebaiknya lakukan pencegahan dini sebelum hal tersebut terjadi pada masa kehamilan.

Secara umum, pengaruh peningkatan kadar asam urat terhadap kehamilan sama seperti pengaruh kadar asam urat pada penderita lainnya. Salah satu perbedaan yang mendasar adalah bahwa ibu hamil mungkin akan bereaksi lebih sensitif terhadap gejala yang ditimbulkan oleh tingginya kadar asam urat. Ada beberapa tahap penyakit asam urat, berdasarkan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yaitu tahap awal, tahap lanjutan, dan tahap yang sudah parah.

Peningkatan kadar asam urat yang dimaksud adalah tingkat kadar asam urat di atas normal. Batas asam urat normal pada wanita, termasuk wanita hamil, adalah 3.6 hingga enam, sedangkan pada pria adalah empat hingga tujuh. Apabila kadar asam urat normal ini sedikit lebih tinggi (pada tahapan awal), maka Anda akan mengalami gangguan kesehatan seperti persendian yang bengkak, merah, dan panas. Pada tahap lanjutan, di mana kadar asam urat mencapai delapan, maka Anda akan mengalami kesemutan dan rasa sakit pada persendian. Pada tahap yang sudah parah, Anda harus waspada karena asam urat bisa menyebabkan gangguan yang serius pada kesehatan sang ibu dan calon bayinya.

Apabila sebelum masa kehamilan sang ibu sudah pernah mengalami tingginya kadar asam urat, maka harus dilakukan tindakan pencegahan agar penyakit ini tidak kambuh selama masa kehamilan. Tindakan pencegahan yang efektif diantaranya adalah dengan menghindari makanan yang mengandung protein purin tinggi (seperti ikan laut, bayam, dan beberapa jenis buah dan sayuran). Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi banyak air putih, untuk melarutkan kadar asam urat berlebih dalam darah. Jika sang ibu menderita asam urat ketika sedang hamil, maka sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter ahli kandungan, yang akan memberikan resep obat asam urat. Disarankan juga agar bisa mengobati asam urat sendiri dengan minum jus sirsak dan air rendaman beras ketan hitam. Pada akhirnya, apabila sang ibu hamil rentan terkena asam urat, maka tindakan waspada dan pencegahan menjadi prioritas utama selama masa kehamilan.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY