Pengaruh Berpuasa Terhadap Kesuburan Wanita dan Pasangannya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Wanita merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan yang salah satu tugasnya adalah mengandung. Untuk menciptakan generasi penerusnya, manusia memerlukan proses perkembangbiakan dimana kondisi organ reproduksi dari masing-masing pasangan harus baik dan cukup fungsinya untuk menciptakan keturunan.

Kondisi yang demikian dinamakan bahwa pasangan mempunyai kesuburan yang bagus. Wanita yang dikatakan subur yakni wanita yang telah menstruasi hingga sebelum menopause tiba. Seorang wanita dikatakan siap untuk menikah dan mengandung apabila usianya sudah melebihi 17 tahun, sesuai dengan apa yang telah diatur dalam kebijakan pemerintah Indonesia.

Siklus menstruasi wanita sebenarnya dapat kita amati untuk menentukan masa subur dimana sel telur yang dihasilkan organ reproduksi wanita telah siap untuk dibuahi sel sperma. Kita dapat menentukan sendiri kapan masa subur dari diri sendiri. Umumnya, masa subur wanita adalah 12–16 hari sebelum masa menstruasi berikutnya.

Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Hal tersebut berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. Namun, bila siklus Anda berbeda, Anda dapat mempelajari dan menghitung kapan masa subur Anda.

Selain menentukan masa subur, ternyata kesuburan wanita juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk dapat meningkatkan kesuburan pada wanita, ternyata dapat dilakukan dengan cara berpuasa selama bulan ramadhan. Hal tersebut dapat terjadi dengan penjelasan sebagai berikut.

  1. Meningkatnya hormon FSH dan LH

Hormon-hormon wanita seperti FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH ternyata mengalami peningkatan selama Anda berpuasa. Dengan meningkatnya hormon-hormon tersebut, maka tingkat kesuburan wanita tentu saja akan meningkat.

  1. Menurunnya hormon oksitosin

Bagi Anda para wanita yang sudah didiagnosa mengalami tingkat kesuburan yang rendah akibat dari hormon oksitosin yang tinggi, Anda patut untuk bersyukur karena dengan berpuasa kadar hormon oksitosin akan menurun. Apabila kegiatan berpuasa diikuti dengan pola hidup yang lebih sehat, maka dapat memungkinkan terjadi peningkatan kesuburan.

Selain mempengaruhi kesuburan pada wanita, ternyata dengan berpuasa akan membantu wanita dan pasangannya menjadi lebih mudah untuk mendapatkan keturunan. Bagi kaum pria, puasa juga tidak akan memberikan dampak buruk terhadap kualitas sperma. Puasa justru dapat meningkatkan fungsi organ reproduksi. Kadar asam dan basa dalam tubuh pun dapat menjadi lebih seimbang saat berpuasa sehingga fungsi berbagai organ tubuh pun semakin meningkat.

Hal inilah yang membuat kualitas sperma menjadi semakin meningkat, karena berbagai racun, kotoran dan ampas pun semakin berkurang saat bulan puasa. Untuk menjaga kualitas sperma dan kesehatan tubuh, ada baiknya konsumsi makanan gizi yang seimbang tetap dilakukan dengan memperbanyak asupan air putih saat setelah berbuka puasa maupun sahur. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here