Pengaruh Campak Jerman pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rubela atau dikenal juga dengan nama campak jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Infeksi yang terjadi pada anak-anak biasanya lebih ringan dan sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara.

Jadi, campak tidak hanya berpengaruh pada ibu hamil saja, tapi juga pada janin. Bila tidak segera ditangani, campak bisa berpengaruh fatal bagi janin.  Inilah yang menyebabkan perawatan campak pada ibu hamil harus juga mempertimbangkan janin yang dikandungnya.

Bila campak menjangkiti ibu hamil setelah 3 bulan pertama, umumnya campak tidak akan terlalu berpengaruh pada janin. Namun, bila campak menjangkiti ibu hamil mendekati waktu kelahiran, campak bisa menular pada janin dalam kandungan. Di luar pengaruh campak tadi, yang juga perlu diwaspadai adalah pengaruh dari simtom campak pada ibu hamil.

Campak pada ibu hamil menyebabkan ibu mengalami beberapa sindrom sebagai gejala awal. Gejala awal campak inilah yang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Demam atau suhu tubuh yang naik hingga 38°C-40°C dapat berpengaruh secara langsung pada janin dalam perut ibu. Rubela yang ditularkan oleh ibu kepada janinnyanya, sangat berbahaya. Virus Rubela memiliki waktu inkubasi 2 sampai dengan 3 minggu. Janin yang masih lemah ini akan merasakan panas tubuh yang berlebih. Akibatnya, janin dapat terganggu dan hal ini menyebabkan kecacatan pada bayi, bayi lahir dengan berat badan kurang, kelahiran bayi prematur, bahkan bisa menyebabkan keguguran.

Pengaruh campak pada ibu hamil bisa diminamilisir selama ibu waspada akan gejala campak, terlebih bila ibu belum pernah campak dan belum pernah mendapat vaksin campak. Campak merupakan pernyakit menular yang bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali anak-anak dan ibu hamil. Maka dari itulah, peran dari ibu hamil untuk mencegah campak terjadi pada dirinya yaitu dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh ibu hamil agar memiliki imun yang cukup setiap saat dan jangan lupa untuk meningkatkan konsumsi makanan bergizi sebagai bekal daya tahan tubuh yang bisa diperoleh dari buah dan sayur.

Jangan lupa, ibu hamil harus selalu memeriksakan kehamilan ke dokter untuk melihat perkembangan janin. Pemeriksaan yang rutin bisa mengidentifikasi kesehatan sejak dini sehingga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan akan segera ditangani dengan cepat dan tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY