Pengaruh Depresi Terhadap Kualitas Hubungan Seksual

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Depresi tidak hanya mengganggu aktivitas sosial sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak buruk terhadap kehidupan seksual. Otak bisa dikatakan sebagai organ seks yang sangat sensitif. Munculnya gairah seksual dimulai dari otak. Zat kimiawi otak yang disebut neurotransmitter membantu sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain untuk merangsang aliran darah ke organ seks. Saat keadaan otak tidak normal ketika depresi, zat kimia tersebut menjadi tidak seimbang. Akibatnya, hasrat seksual menjadi rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.

Ketidakseimbangan kimia di otak yang menyebabkan depresi dapat terjadi dengan sendirinya sebagai akibat genetika, stres, dan masalah hormonal. Depresi juga seringkali disertai dengan penyakit lain. Terlepas dari apa pun penyebabnya, depresi dapat mengakibatkan berbagai gejala fisik dan emosional. Ini seperti rasa sedih berkepanjangan, kurang minat terhadap hobi, rasa bersalah, putus asa, kelelahan, insomnia, mudah marah, kecemasan, kesulitan konsentrasi, dan penurunan atau peningkatan berat badan akibat perubahan kebiasaan makan.

Frekuensi dan tingkat keparahan gejala depresi bervariasi untuk setiap orang. Semakin parah depresi Anda, semakin banyak masalah yang timbul terkait kesehatan seksual Anda. Baik pria maupun wanita, keduanya bisa mengalami kesulitan untuk memulai dan menikmati seks karena depresi. Namun, ada beberapa perbedaan dalam cara depresi memengaruhi kesehatan wanita dan pria.

Wanita memiliki kerentanan depresi lebih tinggi. Ini terkait dengan perubahan hormonal. Inilah sebabnya mengapa wanita menjadi lebih rentan depresi sebelum dan selama menstruasi, setelah melahirkan, serta selama perimenopause dan menopause. Depresi memberikan efek lebih pada wanita sehingga cenderung membuat wanita lebih kurang percaya diri dan kurang berharga ketimbang pria. Perasaan ini secara drastis dapat mengubah kehidupan seks wanita secara keseluruhan.

Seiring dengan bertambahnya usia seorang wanita, faktor fisik dapat membuat seks menjadi kurang menyenangkan dan terkadang menyakitkan. Perubahan pada dinding vagina dapat membuat aktivitas seksual menjadi tidak menyenangkan. Selain itu, tingkat estrogen yang lebih rendah dapat mengganggu pelumasan alami sehingga seks terasa menyakitkan. Faktor-faktor tersebut dapat membuat frustasi bagi wanita jika mereka tidak segera mencari bantuan.

Secara psikis, kecemasan, rendah diri, dan rasa bersalah adalah penyebab umum disfungsi ereksi. Semuanya adalah gejala-gejala umum yang mengindikasikan depresi. Ketika didera depresi, pria cenderung kehilangan minat melakukan berbagai kegiatan, termasuk untuk melakukan seks. Baik pada pria dan wanita, memiliki masalah dengan kesehatan seksual dapat memperburuk perasaan tidak berharga dan gejala depresi lainnya. Efek depresi terhadap seks bisa lebih buruk pada orang dewasa yang lebih tua yang pernah memiliki masalah disfungsi seksual.

Secara garis besar, masalah seksual terkait depresi bisa berarti ketidakmampuan untuk memulai atau menikmati hubungan seks. Akibat dari hal ini, hilangnya rasa percaya diri memperlambat pemulihan depresi. Pengobatan depresi umumnya melibatkan konsumsi obat antidepresan. Akan tetapi, beberapa antidepresan memiliki efek samping menurunkan gairah seksual. Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) misalnya, obat ini dapat menimbulkan efek samping berkurangnya hasrat seksual.

Secara umum, antidepresan bekerja dengan mengubah keseimbangan senyawa kimiawi pada otak. Sayangnya, beberapa kimia otak yang terlibat dalam respon seksual juga turut terkena efek antidepresan. Efek samping cenderung meningkat seiring dengan dosis antidepresan yang lebih tinggi. Kabar baiknya, masih ada cara untuk membantu mengelola efek samping seksual terkait penggunaan antidepresan tanpa mengorbankan pengobatan. Anda bisa beralih ke obat dengan efek samping lebih sedikit terhadap fungsi seksual. Untuk itu, jangan ragu untuk membicarakan masalah seksual Anda pada dokter, sehingga depresi dapat terobati tanpa mengorbankan kehidupan seksual Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY