Pengaruh Hormon Terhadap Nafsu Makan

SehatFresh.com – Tubuh manusia menjalankan sistem yang kompleks untuk mengatur asupan makanan terutama di bagian otak. Pada otak, terdapat sel-sel saraf hipotalamus yang dapat menghasilkan sensasi lapar. Seseorang akan makan ketika lapar dan berhenti setelah kenyang. Rasa lapar dan kenyang muncul karena aktivitas otak yang dipengaruhi oleh kadar beberapa hormon dalam tubuh.

Ghrelin

Ghrelin adalah hormon yang disekresikan oleh sel-sel endokrin pada dinding lambung. Bila lambung kosong dalam waktu yang cukup lama, hal tersebut dapat merangsang dinding lambung mensekresikan ghrelin yang akan terbawa peredaran darah hingga sampai ke otak. Di otak, hormon ini akan merangsang munculnya rasa lapar. Sekresi hormon ini akan berhenti ketika lambung telah terisi oleh makanan.

Leptin

Leptin dihasilkan oleh sel-sel lemak yang mengatur metabolisme dan nafsu makan. Semakin banyak lemak pada tubuh, semakin tinggi kadar leptin. Leptin bertanggung jawab untuk memberitahu otak kapan harus berhenti mengunyah dan berhenti makan, merespon rasa kenyang, dan mengendalikan nafsu makan. Akan timbul masalah bila hormon ini tidak bekerja sebagaimana mestinya. Orang yang mengalami obesitas akan memiliki kadar leptin sangat tinggi. Hal ini membuat fungsi hormon menjadi terganggu sehingga tidak bisa memberikan sinyal pada otak bahwa tubuh sudah cukup mendapat makanan. Akibatnya, nafsu makan menjadi sulit dikendalikan karena otak menganggap tubuh masih membutuhkan asupan energi.

Adiponektin

Adiponektin dapat mengatur kadar lemak dalam tubuh, baik secara langsung atau tidak langsung. Menurunnya kadar hormon ini dapat berdampak pada meningkatnya indeks massa tubuh, penurunan sensitivitas insulin, penumpukan lemak dan peningkatan risiko penyakit jantung. Kadar adiponektin akan menurun pada orang obesitas, yang pada gilirannya dapat memicu resistensi insulin.

Peptida YY (PYY)

Peptida YY (PYY) adalah hormon yang disekresikan dari sel endokrin pada usus kecil. Hormon ini dilepaskan setelah makan, beredar dalam darah dan bekerja dengan mengikat reseptor di otak. Reseptor kemudian menyebabkan nafsu makan menurun dan membuat orang merasa kenyang setelah makan. Peptida YY juga bertindak dalam lambung dan usus untuk memperlambat gerakan makanan melalui saluran pencernaan.

Sekresi peptida YY terutama dirangsang oleh adanya makanan dalam saluran pencernaan, terutama lemak dan protein. Jumlah peptida YY yang dilepaskan ke dalam darah tergantung pada jumlah kalori yang dimakan. Kadar peptida YY paling tinggi pada jam kedua setelah makan, kemudian akan menurun secara bertahap. Tingkat peptida YY yang tinggi berkaitan dengan penurunan nafsu makan, begitu pula sebaliknya.

Cholecystokinin (CCK)

Cholecystokinin (CCK) merupakan hormon yang dilepaskan dari sel ke usus kapan pun Anda makan protein atau lemak. CCK akan ‘bekerja sama’ dengan sistem syaraf dan perut untuk memperlambat proses pencernaan sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama. Agar mendapatkan manfaat maksimal dari hormon ini, para ahli menyarankan agar Anda mengonsumsi sumber protein dan lemak yang sehat.

Sumber gambar : www.gayae.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY