Pengaruh IMT Pada Siklus Menstruasi

SehatFresh.com – Pada wanita, faktor-faktor yang berperan dalam keteraturan siklus menstruasi diantaranya adalah perubahan hormon, genetika, kondisi medis yang serius dan indeks massa tubuh (IMT) atau BMI (Body Mass Indeks). Dari semua faktor-faktor tersebut, Anda memiliki kendali terbesar terhadap indeks massa tubuh Anda. Angka IMT yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan ketiadaan menstruasi, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi. Angka IMT dalam kisaran normal dapat mendorong siklus menstruasi yang teratur dan sehat.

IMT memberikan indikasi numerik dari jumlah lemak yang dibawa pada tubuh Anda. Seiring dengan perkembangan teknologi, Anda dapat dengan mudah mengetahui angka IMT Anda dengan menggunakan fasilitas online yang kini semakin banyak tersedia. Angka BMI normal berada pada kisaran 18,5 dan 24,9. Jika Anda memiliki BMI di bawah 18,5, maka Anda kekurangan berat badan. Sementara itu, Anda tergolong kelebihan berat badan jika Anda memiliki IMT antara 25 dan 29,9, dan Anda dianggap obesitas jika IMT Anda lebih besar dari 30.

Obesitas dapat menyebabkan Anda tidak mengalami menstruasi (amenore), menstruasi tidak teratur (oligomenore), tidak ada ovulasi (anovulasi) dan menstruasi berat atau panjang, (menorrhagia). Perempuan muda dengan IMT lebih dari 30 memiliki peningkatan risiko mengalami menarche dini, di mana ia mungkin mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun. Jika ini terjadi, ia memiliki peningkatan risiko penyakit jantung atau kematian akibat penyakit kardiovaskular, demikian menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam “The Journal of Endocrinology and Metabolism Clinical”. Jika Anda memiliki IMT tinggi, maka pertimbangkanlah untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.

IMT rendah juga bisa menyebabkan berhentinya siklus menstruasi. IMT yang rendah bisa disebabkan pelatihan fisik berlebih, kurangnya asupan kalori atau genetika. Jika Anda mendapatkan IMT Anda kembali ke tingkat normal, Anda mungkin mulai mengalami menstruasi normal. Namun, pada beberapa wanita, terutama mereka dengan anoreksia nervosa, mereka mungkin terus mengalami amenore meski angka IMT telah kembali ke tingkat yang normal.

Tidak adanya menstruasi dan infertilitas berkaitan dengan angka IMT tinggi mau pun rendah. Jika Anda tidak menstruasi lebih dari dua periode atau menstruasi Anda menjadi sangat ringan, sangat berat atau tidak teratur, maka segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Anda untuk mengetahui penyebab pastinya. Setiap perubahan dalam siklus menstruasi ada kemungkinan merupakan akibat dari kondisi medis seperti tiroid atau hipofisis masalah, obat-obatan tertentu, sindrom ovarium polikistik atau endometriosis.

Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY