Pengaruh Junk Food Terhadap Kecerdasan Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika junk food menjadi tren makanan masa kini. Beragam jenis junk food bermunculan yang tentu saja menggugah selera siapa pun yang melihatnya. Tapi tahukah pembaca jika junk food memiliki dampak negatif bagi kesehatan seseorang, khususnya remaja?

Dampak negatif mengkonsumsi junk food bagi remaja

Secara harfiah junk food dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “makanan sampah”. Junk food sebenarnya makanan dengan banyak kalori, hanya saja sangat minim gizi atau nutrisinya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini dampak negatif mengkonsumsi junk food junk food secara terus-menerus.

  • Dapat menyebabkan obestitas

Junk food rupanya memiliki peran sentral dalam epidemi obesitas. Remaja yang memilih makanan cepat saji akan mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat, lemak, dan gula olahan sehingga berpeluang menyebabkan obesitas.

  • Dapat menyebabkan diabetes

Terlalu sering menyantap makanan junk food dapat mengakibatkan tingkat insulin tinggi. Situasi ini akan membuat sel-sel mengabaikan hormon penting ini, sehingga menciptakan kondisi resistensi insulin.

  • Dapat menyebabkan depresi

Junk food rupanya bisa mengakibatkan depresi pada remaja. Andrew F. Smith yang juga penulis buku “Fast Food dan Junk Food: An Encyclopedia of What We Love to Eat” mengatakan jika perubahan hormon saat pubertas membuat remaja lebih rentan terhadap suasana hati yang menyebabkan perubahan perilaku.

  • Dapat menyebabkan kekurangan gizi

Remaja yang terlalu sering mengkonsumsi junk food dapat mengalami kekurangan gizi sehingga mengakibatkan energi yang rendah. Selain itu remaja juga dapat mengalami perubahan suasana hati, gangguan tidur dan berdampak pada prestasi belajar yang buruk.

  • Dapat menyebabkan tekanan darah tinggi

Kadar natrium tinggi merupakan sifat khas kebanyak junk food. Ini menjadi salah satu faktor penyebab berlebihnya garam berkontribusi terjadinya tekanan darah tinggi dan jantung.

  • Dapat menurunkan keceradasan otak remaja

Lemak jahat (lemak trans) pada junk food cenderung menggantikan lemak sehat di otak sehingga dapat mengganggu sinyal normal. Penelitian pada hewan juga membuktikan bahwa lemak pada junk food dapat memperlambat kemampuan belajar atau keterampilan baru.

  • Dapat menyebabkan penyakit ginjal

Tinggi lemak jahat dan natrium dapat menganggu keseimbangan potasium -sodium dalam tubuh. Akibat ginjal harus bekerja lebih ekstra dalam menyaring semua racun dari darah, maka memiliki efek negatif pada fungsi ginjal.

  • Dapat meningkatkan resiko kanker pencernaan

Kekurangan serat menjadi alasan utama mengkonsumsi junk food secara berlebih bisa mengakibatkan peningkatan risiko kanker pencernaan.

  • Dapat meningkatkan resiko penyakit jantung

Junk food yang sarat lemak jenuh serta lemak trans secara langsung dapat meningkatkan kolesterol jahat dan trigliserida. Situasi tersebut memiliki pengaruh terhadap pembentukan plak serta penyakit jantung.

  • Dapat meningkatkan kerusakan hati

Mengkonsumsi junk food dalam periode waktu lama dapat berdampak negatif pada hati. Alhasil kurangi konsumsi junk food agar fungsi hati bisa berjalan normal. (APt)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY