Pengaruh Lingkungan Terhadap Seks

SehatFresh.com – Setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Perbedaan ini membuat sebuah warna tersendiri dalam sebuah proses kehidupan. Termasuk dalam sebuah pergaulan, perbedaan dirasa akan melengkapi hubungan pertemanan tersebut. Di mana mereka akan saling melengkapi dalam hubungan pertemanan tersebut.

Dalam sebuah ruang lingkup pergaulan, saya rasa Anda pasti tau ada sebuah pepatah mengatakan “temanmu merupakan cerminan dirimu”. Pepatah ini memang ada benarnya. Tapi coba Anda lihat, sekarang pergaulan remaja semakin tak terkendali. Mereka melakukan banyak hal-hal negatif. Sayangnya, apa yang mereka lakukan tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain dan orang yang tinggal di sekitar tempat tinggal mereka. Terkadang, mereka juga melakukan hal yang meresahkan warga di sekitar tempat mereka berkumpul. Seperti tawuran, balapan liar, hingga pesta minuman keras dan seks bebas yang dilakukan para remaja bersama teman-temannya. Tidak sedikit dari para remaja yang memiliki perilaku seperti itu juga merupakan seorang penggguna narkoba. Perilaku buruk inilah yang dapat meningkatkan angka pengidap HIV AIDS di Indonesia.

Tak bisa disalahkan jika remaja suka mencoba banyak hal baru yang belum mereka ketahui, karena memang alaminya di usia remaja, rasa penasaran akan meningkat. Usia peralihan dari anak-anak menjadi dewasa inilah yang terkadang dilewati batasannya oleh mereka. Mereka tidak mengetahui apa akibat dari pergaulan bebas ini. Tapi, ada pula beberapa dari mereka yang mengerti benar bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan. Sayangnya, mereka berdalih bahwa apa yang mereka lakukan ini hanya sebuah keseruan, ikut-ikutan teman, dan alasan lain yang bermaksud untuk tetap membiarkan mereka seperti itu.

Mereka harus diajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Disinilah peran serta kita sebagai orangtua untuk mengajarkan mereka agar mampu menyaring hal-hal baru yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Buat hubungan harmonis dalam keluarga, sehingga Anda akan lebih mudah melakukan pendekatan pada anak Anda. Perhatikan gerak geriknya, ada beberapa hal yang menjadi ciri seorang remaja terjerat pergaulan bebas, seperti tanggung jawabnya menurun, emosinya meningkat, memakai pakaian yang tidak pantas, mudah mengalami kegelisahan, menjadi lebih malas, dan selalu berusaha mendapatkan uang baik dengan cara baik ataupun tidak. Uang yang ia miliki ini akan digunakan untuk membeli minuman keras, obat-obatan terlarang, dan jenis narkoba lainnya.

Berdasarkan sebuah penelitian, ada sebanyak 20-30% remaja di kota besar di Indonesia pernah melakukan seks. Angka seks bebas ini meningkat sangat tajam. 5% di tahun 1980 meningkat pesat menjadi 20% di tahun 2000. Sayangnya di tahun 2000 lalu sudah tercatat ada 29,9%  remaja yang telah melakukan seks pra nikah. Remaja yang masuk dalam penelitian ini berumur 17 tahun sampai 21 tahun. Angka yang sungguh mencengangkan melihat bahwa remaja adalah generasi penerus bagi bangsa ini. Hubungan seks pra nikah ini lah yang membuat angka aborsi meningkat pula. Angka aborsi tercatat 2,3 juta kali dan sayangnya, 15-20% dilakukan oleh remaja. Tak hanya seks bebas, tapi memakai narkoba dan minum minuman keras juga mereka lakukan bersama.

Akibat dari pergaulan bebas ini tidak main-main dan dapat mengancam masa depan mereka sendiri. Seperti terjangkit virus HIV AIDS, keteragantungan obat obatan terlarang, menurunnya prestasi yang tak jarang membuat mereka putus sekolah, hingga meningkatkan angka kriminal.

Ada banyak faktor yang membuat remaja terjerumus dalam pergulan bebas. Faktor-faktor yang mendorong pergaulan bebas ini biasanya adalah pergaulan di sekitar kita yang memang memiliki lingkungan remaja yang tidak baik. Seperti rendahnya pengawasan dari orangtua, hubungan yang tidak harmonis dalam keluarga, dan kurangnya kesadaran dari diri sendiri.

Sumber gambar : tfmarbun.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY