Pengaruh Olahraga Terhadap Mental Remaja

SehatFresh.com – Melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga setiap hari merupakan bagian dari hidup sehat. Berolahraga setiap hari memberikan manfaat besar bagi remaja seperti meningkatkan energi, dan mencegah datangnya penyakit kronis. Tidak hanya orang dewasa saja yang perlu membiasakan diri untuk olahraga. Anak-anak dan remaja juga perlu melakukan hal yang sama, apalagi ini akan membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Olahraga juga dapat membantu mempromosikan kesehatan mental yang baik pada anak-anak dan remaja.

Kesehatan mental mencakup kemampuan kita untuk berpikir, merasa, bertindak, dan berinteraksi dalam cara-cara yang memungkinkan untuk mengatasi tantangan sambil menikmati hidup. Pada anak-anak dan remaja, kesehatan mental berkaitan dengan perkembangan sosial dan emosional yang sehat di mana mereka belajar untuk mengalami, mengatur, dan mengekspresikan berbagai emosi. Kesehatan mental yang positif pada anak-anak dan remaja memungkinkan mereka untuk menjadi kreatif, lebih bisa berinteraksi secara sosial, dan berani mencoba hal baru.

Banyak faktor yang bisa merusak kesehatan mental seorang anak. Salah satunya, masa peralihan seorang anak menjadi remaja dihadapkan dengan berbagai tantangan yang berkaitan dengan pubertas, perubahan peran sosial dan lingkungan yang mengiringi proses pendewasan. Hal-hal tersebut bisa memicu masalah perilaku dan stres berkepanjangan. Seiring perkembangan zaman, pengaruh era digital membuat banyak remaja lebih senang bermain game di gadget atau main di jejaring sosial ketimbang aktif bergerak. Ini juga membuat remaja mudah tertekan dan rentan stres.

Terlibat dalam aktivitas fisik telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja. Berdasarkan sejumlah penelitian, aktivitas fisik bisa membantu melawan stres, kecemasan, dan depresi. Semakin rutin aktivitas fisik dilakukan, semakin kecil kemungkinan seseorang menderita masalah kesehatan mental tersebut. Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh memproduksi hormon-hormon tertentu yang membuat suasana hati lebih baik dan tubuh menjadi lebih rileks. Kualitas tidur juga akan semakin baik. Olahraga juga membantu meningkatkan performa akademik.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology melaporkan bahwa partisipasi olahraga dan aktivitas fisik dalam porsi yang lebih tinggi terkait dengan tingkat depresi yang lebih rendah, serta persepsi diri yang lebih baik. Ini benar-benar bermanfaat bagi remaja perempuan. Remaja perempuan dianggap lebih rentan mengalami depresi daripada remaja laki-laki pada usia yang sama.

Studi lain dari Trimbos Institute semakin menambah manfaat olahraga untuk kesehatan mental. Tim peneliti telah mengindentifikasi hubungan antara olahraga dan kesehatan mental pada 7.000 remaja yang berusia 11 hingga 16 tahun. Dalam akhir penelitian tersebut, dilaporkan bahwa remaja yang rajin berolahraga cenderung memancarkan citra diri yang positif dan memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang baik.

Sejalan dengan itu, tim peneliti dari University of Dundee dan University of Strathclyde menemukan bahwa aktivitas fisik menawarkan manfaat dalam pencapaian di bidang ilmu pengetahuan. Penelitian ini melibatkan sekitar 5.000 anak-anak, ditemukan hubungan antara olahraga dan keberhasilan ujian dalam bahasa Inggris, matematika, dan sains. Ditemukan peningkatan kinerja akademik untuk setiap tambahan 17 menit berolahraga pada anak laki-laki dan 12 menit pada anak perempuan.

Remaja harus terlibat dalam aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari. Ini bisa terdiri dari aktivitas fisik yang bervariasi dan tidak harus dilakukan sekaligus. Kuncinya adalah tetap aktif. Selain terlibat dalam kelas olahraga disekolah, jalan kaki, renang, jogging dan bersepeda di sekitar rumah juga bisa menjadi pilihan olahraga bagi anak-anak dan remaja yang bisa dilakukan bersama keluarga.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY