Pengaruh Puasa Seks Terhadap Alat Reproduksi dan Kelamin

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain menyenangkan ternyata melakukan hubungan seksual bersama pasangan dapat memberi banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya menurunkan stres. Namun, apa yang akan terjadi pada pada alat reproduksi dan kelamin jika seseorang jarang melakukan hubungan seksual setelah menikah? Berikut ini adalah beberapa hal yang akan terjadi jika anda jarang melakukan hubungan seksual:

  1. Ketidaknyamanan

Menurut seorang dokter dari The Ohio State University’s Wexner Medical Center, efek samping yang paling umum terjadi pada alat kelamin ketika berhenti atau jarang digunakan untuk bercinta adalah hubungan seksual akan terasa sakit karena otot-otot yang telah lama tak digunakan untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau rasa nyeri tersebut, anda dapat menggunakan pelumas. Namun, jika tak ingin menggunakan pelumas, anda dan pasangan lebih baik memulainya secara perlahan agar rasa sakit tidak muncul saat dilakukannya foreplay. Namun, jika anda tetap merasakan kesakitan, maka berhentilah melakukannya. Lebih baik anda mencoba lagi di lain waktu dengan pasangan. Dan jangan lupa untuk lebih banyak foreplay sebelum anda melakukan penetrasi.

  1. Terlalu rapat

Kebanyakan rasa nyeri vagina biasanya akan cepat hilang dan dapat disembuhkan dengan menggunakan pelumas. Namun, pada beberapa kasus, otot vagina bisa sangat kencang, sehingga  proses penetrasi pun tidak mungkin dilakukan sebab dapat menimbulkan rasa sakit pada vagina.

Kondisi tersebut biasa disebut dengan vaginismus. Penyebab vaginismus ini bermacam-macam, salah satunya akibat pelecehan seksual, pemerkosaan, atau kekerasan.

  1. Dorongan seksual menghilang

Jika Anda tidak merasakan orgasme atau puncak kenikmatan sesk dalam waktu yang lama sata berhubungan intim, wajar jika tiba-tiba tubuh tidak lagi mengharapkan mendapatkan sentuhan seksua. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan berpengaruh pada dorongan seksual Anda dengan pasangan.

  1. Kanker Prostat dan ereksi

Pada laki-laki, didapatkan sebuah survey yang menyatakan bahwa pria yang berejakulasi saat berhubungan seks secara teratur selama lebih dari 21 bulan maka mereka akan mengalami penurunan risiko terkena kanker prostat.

Hal ini berbanding terbalik bagi pria yang hanya melakukan ejakulasi 4 hingga 5 kali dalam sebulan akan memiliki resiko besar terkena kanker prostat. Selain itu, puasa seks dapat menyebabkan seorang pria gagal ereksi.

  1. Atrofi vagina

Jumlah produksi estrogen perempuan biasanya akan menurun selama proses menopause. Sehingga saat menopause, wanita yang kurang aktif melakukan hubungan seks dapat memicu atrofi vagina, atrofi vagina adalah mengering dan menipisnya dinding vagina, sehingga cenderung mudah robek.

  1. Ukuran Penis Mengecil

Pengurangan kapasitas ereksi yang diakibatkan karena jarang melakukan hubungan seks bisa membuat Mr. P mengalami penyusutan dan kehilangan elastisitasnya.(AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here