Pengaruh Puasa Terhadap Metabolisme Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa membawa berbagai dampak positif bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya bermanfaat bagi penderita penyakit tertentu, puasa juga membawa efek positif bagi metabolisme tubuh. Pengaruh puasa bagi metabolisme tubuh, selain memberikan waktu istirahat bagi saluran cerna, puasa tidak akan membahayakan penderita diabetes melitus tipe 2 meskipun kadar gula darah menurun lebih rendah daripada biasanya. Di awal-awal puasa akan terjadi penurunan metabolisme sebanyak 22 persen dari kondisi normal. Namun di hari-hari selanjutnya tubuh akan menyesuaikan diri.

Disamping itu puasa juga mempengaruhi metabolisme lemak. Sebagai cadangan bahan bakar, lemak juga memiliki fungsi struktural dalam tubuh manusia yang dapat mengendalikan keseimbangan kadar unsur-unsurnya seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL. Peran liver pun sangat besar dalam proses ini. Adanya gangguan keseimbangan lemak dapat juga menjurus pada timbulnya penyakit berupa gangguan pada sirkulasi darah dan jantung.

Puasa juga memengaruhi kemampuan konsentrasi berpikir di otak. Karena darah tidak terkonsentrasi di saluran pencernaan, sehingga otak cukup mendapat asupan maksimal ketika ia bekerja. Ujung-ujungnya, kegiatan berpikir menjadi optimal. Puasa juga memberikan waktu istirahat bagi ginjal. Ketiadaan asupan cairan selama 10-12 jam dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Dehidrasi itu masih mungkin ditoleransi oleh tubuh. Sebab tubuh memiliki mekanisme konservasi air dalam batas yang ditoleransi.

Dalam kondisi demikian, ginjal mendapatkan kesempatan beristirahat untuk memproses pengeluaran cairan. Pengeluaran cairan dapat menurunkan tekanan darah secara moderat. Tentunya aktivitas selama bulan puasa ini bermanfaat bagi penderita hipertensi.

Adapun pengaruh puasa terhadap system pencernaan. Alat pencernaan kita, telah bekerja selama 11 bulan penuh. Saat bulan Ramadhan, alat pencernaan ini diberi istirahat, paling sedikit satu bulan dalam satu tahun. Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam, yaitu empat jam diproses didalam lambung dan empat jam didalam usus kecil. Dengan adanya istirahat, maka ruang-ruang pencernaan menjadi segar dan terhindar dari berbagai penyakit.

Pengaruh lain yaitu terhadap fungsi fisiologis tubuh, dalam keadaan puasa selama 14 jam, tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi tubuh tetap bertahan. Hal ini disebabkan, tubuh masih memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25 jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.

Adaptasi tubuh saat puasa secara umum ada dua yakni adaptasi hormonal dan adaptasi metabolik. Ketika kita puasa adaptasi hormonal yang terjadi antara lain menurunnya sekresi insulin, peningkatan sekresi glucagon, menurunnya sekresi leptin, meningkatnya kerja lipase lipoprotein. Adaptasi metabolik yang terjadi  adalah peningkatan glikogenolisis, peningkatan glukoneogenesis. Peningkatan katabolisme protein, peningkatan produksi benda keton, peningkatan pembongkaran lemak di jaringan adipose, juga penurunan panas tubuh. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here