Pengaruh Puasa untuk Kekebalan Tubuh pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang khawatir menjalankan ibadah puasa, tanpa makan dan minum bisa menyebabkan masalah kesehatan. Namun, sebuah penelitian justru mengungkap berpuasa bisa membantu meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Puasa meningkatkan daya tahan tubuh dengan meremajakan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Tuhan tidak pernah menciptakan suatu hal tanpa manfaat di dalamnya, begitu juga dengan berpuasa.

Selain manfaat bathiniyah yang kita dapatkan, ada juga manfaat lahiriah yang bisa kita dapatkan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat berguna dalam melawan infeksi virus, bakteri dan benda asing lain yang masuk kedalam tubuh, maka logislah jika dikatakan meningkatnya sel darah putih dalam tubuh secara otomatis meningkatkan daya tahan tubuh.

Para ilmuwan dari University of Southern California menyatakan, sistem kekebalan tubuh manusia sesungguhnya dapat diregenerasi dan benar-benar diremajakan setelah tiga hari puasa. Mereka juga telah menemukan bahwa pembatasan asupan makanan menyebabkan tubuh mulai memproduksi sel-sel darah putih baru.

Menurut profesor Valter Longo yang merupakan salah satu peneliti mengatakan, ketika seseorang lapar,sistem tubuh otomatis akan menghemat energi dan salah satu cara yang dilakukan tubuh untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel-sel kekebalan tubuh yang tidak diperlukan, terutama yang rusak.

Ketika Anda melakukan puasa, tubuh akan meregenerasi dengan sangat cepat dan membangun kembali seluruh sistem di dalam tubuh. Lebih lanjut profesor Valter mengatakan, jika terjadi kerusakan sistem yang sangat besar akibat kemoterapi atau penuaan, puasa bisa menghasilkan siklus,secara mudah dengan membentuk sistem kekebalan tubuh yang baru.

Perlu diketahui pula, mengosongkan isi perut dengan menjalankan diet, atau berpuasa sesungguhnya bisa membantu tubuh melakukan regenerasi sel. Membiarkan tubuh berpuasa sejenak, menyebabkan sel-sel induk berubah menjadi sel-sel darah putih yang secara bertahap meremajakan sistem kekebalan tubuh keseluruhan.

Penulis studi ini, Profesor Valter Longo kembali menekankan bahwa puasa membantu tubuh menyingkirkan bagian yang tidak efisien dari sistem kekebalan tubuh, yang rusak atau sudah mulai mengalami penuaan. Siklus puasa dapat menumbuhkan kekebalan, termasuk untuk mereka penderita kanker yang menjalani kemoterapi juga bermanfaat untuk para orangtua.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY