Pengaruh Stres Terhadap Kegiatan Seks

SehatFresh.com – Kehidupan memang tidak terhindarkan dari stres. Dampak stres sangatlah kompleks. Bila tidak dikendalikan dengan baik, stres dapat menggangu seluruh aspek dalam kehidupan, termasuk dalam hal seksualitas. Seks memang diketahui dapat mengurangi stres. Di sisi lain, stres juga bisa merusak kehidupan seksual Anda. Disadari atau tidak, beban pekerjaan belum lagi ditambah urusan di dalam rumah berpotensi menurunkan gairah seksual dan menurunkan sensitifitas terhadap rangsangan seksual. Ketika Anda tidak mood untuk seks, itu sebenarnya bisa jadi karena tubuh kewalahan menangani stres.

Mereka yang dirundung stres seringkali menjadi sulit dirangsang secara seksual karena meningkatkanya hormon. Kortisol adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh stres. Tubuh membutuhkan hormon ini, tapi dalam kadar yang sedikit dan pada waktu-waktu tertentu saja. Jika peningkatan kadar kortisol akibat stres terjadi untuk jangka waktu lama, hormon seks menjadi tertekan. Rendahnya kadar hormon seks sama dengan libido yang rendah.

Pria maupun wanita menghasilkan FSH (follicle-stimulating hormone), LH (luteinizing hormone), testosteron, dan estrogen, meskipun jumlahnya berbeda. Hormon stres berlebih menghambat cara kerja endorfin untuk mengatasi rasa sakit saat stres, LH untuk memproduksi testosteron, dan FSH untuk merangsang pembentukan sperma.

Pada pria, stres juga erat kaitannya dengan disfungsi ereksi. Aktivitas seksual dikendalikan oleh sistem saraf otonom. Setiap kali seorang pria menjadi terangsang, impuls saraf menyebabkan pembuluh darah di penis membesar, sehingga memungkinkan darah mengalir ke jaringan penis. Pada saat yang sama, otot melingkar yang disebut sfingter menegang agar darah tidak mengalir kembali. Selama stres, pembuluh darah tidak melebarkan secara maksimal dan sfingter gagal mengerut. Akibatnya, terjadi gangguan ereksi.

Bagi para pria, melakukan hubungan seksual dapat mereka jadikan sebagai sarana untuk melepaskan stres. Lain halnya dengan wanita, mereka cenderung tidak ingin melakukan hubungan seks ketika dirundung stres. Ini dikarenakan wanita lebih mengutamakan emosi ketimbang fisiknya ketika melakukan hubungan seks. Para wanita umumnya membutuhkan suasana hati yang baik (good mood) untuk bisa menikmati seks.

Seperti pada pria, kadar hormon wanita juga secara signifikan terpengaruh akibat hormon stres. Pada wanita, penurunan kadar LH akan menghambat ovulasi. FSH, prolaktin, estrogen, dan progesteron juga turut terpengaruh. Dampak akibat ini tidak hanya membuat siklus ovulasi menjadi tidak teratur, tetapi menciptakan suatu lingkungan dalam tubuh di mana fertilisasi dan implantasi telur ke dinding rahim menjadi lebih sulit. Ini semakin menurunkan peluang seorang wanita untuk bisa hamil.

Orang yang stres cenderung melampiaskan emosi mereka pada alkohol, merokok, atau kebiasaan lainnya yang berdampak buruk pada kesehatan. Pelampiasan semacam itu padahal hanya akan membuat kondisi tubuh dan pikiran orang tersebut semakin buruk. Bagi Anda yang tengah dirundung stres, cobalah untuk mulai membiasakan diri berolahraga secara teratur atau mempelajari teknik relaksasi seperti yoga. Penelitian juga telah membuktikan bahwa olahraga merupakan pereda stres alami yang efektif dan dapat pula meningkatkan stamina seksual. Cukupi juga waktu tidur Anda, dan konsumsilah makanan sehat serta kurangi junk food. Menerapkan pola hidup sehat secara konsisten akan membawa perbedaan besar dalam kehidupan Anda.

Ketika dihadapkan dengan suatu masalah, jangan dipendam sendiri hingga akhirnya menjadi stres berkepanjang. Mulailah membina komunikasi yang baik dengan pasangan sehingga Anda bisa berbagi masalah dengan pasangan dan mencari solusinya bersama-sama. Ini akan semakin meningkatkan bonding antara Anda dan pasangan. Ingatlah, komunikasi merupakan kunci yang penting dalam menjaga keintiman dan keharmonisan hubungan Anda.

Sumber gambar : www.anaksiantar.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY