Pengaruh Ukuran Penis Pada Psikologi Pria

Is it too big?

SehatFresh.com – Kepercayaan diri sangat penting bagi siapa saja. Pada pria, ukuran penis seringkali mengurangi rasa percaya dirinya. Ketika berbicara seksualitas dan masalah kepuasan seksual, para pria cenderung khawatir pada ukuran penisnya, karena pria merasa ukurannya terlalu pendek atau terlalu kecil.

Umumnya, penis akan mencapai ukuran penuh sekitar lima tahun setelah pubertas. Ada beberapa faktor yang memengaruhi ukuran penis, di antaranya adalah genetik, ras, hormon, dan obesitas. Menurut sejumlah literatur, umumnya ukuran penis rata-rata untuk orang Asia adalah delapan hingga 11 cm dalam keadaan tidak ereksi dan 12 hingga 14 cm saat ereksi dengan diameter 3,2 cm.

Membandingkan ukuran penis memang kerap bermula ketika remaja. Bagi kebanyakan orang, kebiasaan ini hilang seiring dengan bertambahnya usia mereka, tapi beberapa mungkin sulit berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain. Kebiasaan pria yang cenderung suka menonton video porno juga berpengaruh pada persepsi mereka mengenai ukuran penis. Umumnya, para pria yang menjadi bintang porno memiliki ukuran penis yang lebih besar dari rata-rata.

Ukuran penis yang besar memang kerap membuat pria lebih percaya diri karena merasa dapat memberikan sensasi kepuasan seksual yang lebih pada pasangannya. Maka tidak heran, banyak pria yang melakukan berbagai cara demi memperbesar ukuran penisnya. Nyatanya, tidak selalu demikian. Penis yang besar justru terkadang menakutkan dan menyakitkan bagi pasangan.

Di sisi lain, masalah psikis terkait ukuran penis memang kerap diawali rasa rendah diri, rasa malu atau tidak percaya diri. Ini semakin diperburuk ketika pasangan juga menunjukkan reaksi yang semakin membenarkan bahwa ukuran penisnya tidak sesuai harapan dan tidak bisa memuaskan.

Padahal, pria dengan penis kecil juga bisa memberikan kepuasan bagi pasangannya, asal ia memiliki skill dalam memegang kendali ketika berhubungan intim. Dalam memuaskan pasangan, fokus hendaknya ditujukan pada kemampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi atau memberikan kenikmatan seksual dengan atau tanpa ereksi.

Masalah gangguan seksual seperti ejakulasi dini dapat terjadi pada pria mana saja tanpa melihat seberapa besar ukuran penisnya. Kepuasaan saat berhubungan intim lebih tergantung ada otot, darah dan pasokan saraf ke organ reproduksi serta kondisi mental si pria itu sendiri. Faktanya, masalah gangguan seksual utama yang membuat para wanita tidak puas adalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Kebanyakan wanita tidak mempermasalahkan ketidakpuasan akibat ukuran penis kecil.

Sayangnya, masih banyak pria yang tersesat pada asumsi bahwa penis besar memberikan kepuasaan yang besar. Tidak jarang mereka mengonsumsi obat-obatan bahkan menjalani operasi guna memperbesar organ vitalnya. Meskipun memang hal tersebut tersedia, namun banyak hal yang harus dipertimbangkan. Kebanyakan obat yang diklaim dapat meningkatkan ukuran penis belum terbukti keefektifannya. Operasi juga memang bisa dilakukan, namun prosedur operasi tidak lepas dari risiko efek samping. Bahkan, salah satu potensi efek sampingnya adalah impotensi.

Perlu adanya perubahan cara pandang pria dalam memaknai esensi sebuah hubungan intim. Wanita umumnya tidak hanya mencari kepuasan fisik, mereka lebih menginginkan getaran emosional, perasaan dicintai, merasa dispesialkan, dan dihargai oleh pasangannya. Kepuasaan dari hubungan seks ditentukan oleh kita sendiri didukung oleh kreativitas dan seberapa baik komunikasi antara Anda dan pasangan.

Jika memang ukuran penis benar-benar menjadi kekhawatiran yang telah berlangsung lama serta dipermasalahkan juga oleh pasangan, Anda dapat berkonsultasi dengan profesional medis. Mereka dapat memberi solusi terbaik untuk masalah Anda seperti melalui terapi atau latihan tertentu tanpa harus melakukan tindakan-tindakan yang membawa risiko bagi kesehatan.

Sumber gambar : intisari-online.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY