Pengaruh Zat Kimia Pada Ibu Hamil

SehatFresh.com – Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan kehamilan, salah satunya yaitu paparan zat di lingkungan. Proses kehamilan merupakan saat berbagi antara ibu dan bayinya yang belum lahir. Paparan zat kimia di lingkungan bisa berbahaya bagi kehamilan. Bahan kimia dalam makanan dan lingkungan memang sulit dihindari. Tetapi, janin dalam kandungan sangat rentan terhadap efek bahan kimia tersebut. Bahkan paparan tingkat rendah saja berpotensi menyebabkan cacat lahir atau kelahiran abnormal.

Banyak bahan kimia lingkungan sekitar yang tanpa disadari berpotensi membahayakan kehamilan, diantaranya:

  1. Nikotin

Meskipun Anda tidak merokok, asap rokok yang terhirup di lingkungan sekitar juga bisa membahayakan kehamilan. Nikotin, karbon monoksida, dan senyawa lainnya yang terdapat dalam asap rokok akan berjalan melalui aliran darah dan langsung ke bayi di dalam rahim. Ini berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin, dan bisa menyebabkan prematur, keguguran, berat badan lahir rendah, dan lahir mati.

  1. Pestisida

Setiap orang berisiko terhadap efek bahaya pestisida. Pada kehamilan, paparan pestisida yang ditemukan dalam penyemprot serangga telah dikaitkan dengan refleks abnormal pada bayi baru lahir, perkembangan yang tertunda, dan skor IQ yang rendah. Maka pestisida perlu dihindari selama kehamilan dan ini juga perlu menjadi perhatian bagi wanita yang berencana untuk hamil.

  1. Bisphenoal A (BPA)

BPA adalah bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik dan digunakan juga untuk lapisan kaleng. Secara umum, zat ini merupakan pengacau keseimbangan hormon dan bisa memicu pertumbuhan sel kanker. Paparan BPA pada ibu hamil telah dikaitkan dengan berat badan lahir bayi rendah.

  1. Bahan kimia dalam kosmetik

Mercury, retinoid, thioglycolic acid, salycilic acid, hydroquinone, benzoil peroxide, para amino benzoic acid (PABA), benzophenone-3, dan rhodamin yang terkandung dalam produk kecantikan sehari-hari tanpa disadari bisa membahayakan kehamilan. Secara umum, bahan-bahan tersebut meningkatkan risiko kelahiran prematur, keguguran, berat badan lahir rendah, cacat lahir, dan lahir mati.

  1. Solvent

Solvent ditemukan dalam alkohol, pengencer cat, dan pembersih rumah tangga. Sebuah studi di Kanada menemukan bahwa wanita terpapar solvent selama trimester pertama kehamilan menjadi 13 kali lebih mungkin untuk memiliki bayi dengan cacat lahir dibandingkan wanita hamil yang tidak terpapar bahan kimia tersebut.

  1. Timbal

Timbal merupakan logam berat, Paparan timbal tingkat tinggi selama kehamilan berpotensi menimbulkan masalah seperti keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan keterlambatan perkembangan. Paparan zat berbahaya ini seringkali berasal dari air yang mengalir melalui pipa timbal, solder timbal pada pipa tembaga, atau kran kuningan.

Meskipun beberapa bahan kimia tersebut sulit dihindari, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari atau setidaknya mengurangi paparan bahan kimia tersebut:

  • Konsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga agar tubuh bisa memetabolisme racun yang mengendap dalam tubuh secara optimal.
  • Sebisa mungkin jauhi paparan asap rokok.
  • Kurangi konsumsi makanan olahan dan makanan kemasan (kaleng maupun plastik). Utamakan konsumsi makanan segar dan masaklah sendiri di rumah.
  • Kurangi penggunaan kosmetik. Teliti kembali komposisi produk kosmetik yang sebelumnya digunakan saat hamil. Akan lebih baik bila Anda mengonsultasikan produk kosmetik yang Anda gunakan pada dokter kandungan guna memastikan keamanannya.
  • Hindari pestisida dengan tidak menggunakan semprotan anti serangga di dalam rumah atau tempat lainnya. Bila memang perlu, minta orang lain melakukannya. Pilih juga makanan organik bila memungkinkan.
  • Ketika menggunakan produk pembersih rumah tangga terutama ketika membersihkan kamar mandi, gunakan pelindung seperti masker dan sarung tangan serta pastikan ventilasi udara memadai.
  • S. Environmental Protection Agency (EPA) menyarankan untuk membiarkan air mengalir selama 30 detik sebelum digunakan untuk mengurangi kadar timbal.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY