Pengaruhnya Kafein untuk Kesuburan Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kafein adalah zat alkaloid yang di temukan pada berbagai jenis tanaman terutama tanaman  kopi, cola, teh dan lain sebagainya. Kafein berfungsi sebagai zat stimulan untuk sistem saraf pusat, zat perangsang serta dapat menangkal kantuk dan mengembalikan kewaspadaan. Kopi adalah sumber kafein yang utama. Saat ini, konsumsi minuman berkafein telah menjadi gaya hidup sebagian besar orang. Jika dulu hanya bapak-bapak yang menjadi penikmat kopi, namun sekarang ini banyak kaum wanita bahkan anak-anak muda yang menyukai kopi.

Penting untuk diketahui bahwa kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Makanan dan minuman lain yang memiliki kandungan kafein tinggi juga beragam. Kadar kafein dalam makanan atau minuman tergantung pada tipe biji-bijian yang digunakan, bagaimana cara memanggangnya, dan bagaimana makanan serta minuman tersebut disajikan.

Dengan minum kopi, tubuh termobilisasi untuk membakar lebih banyak timbunan lemak selama berolahraga. Kafein membantu memecah lemak menjadi sumber energi siap pakai berupa asam lemak. Hal ini mendorong tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak, sehingga pembakaran karbohidrat menjadi lebih terbatas. Namun dibalik manfaat positifnya, ada anggapan bahwa kafein terutama yang terkandung dalam kopi dapat memengaruhi kesuburan wanita.  Apa itu benar?

Para ahli menyatakan wanita hamil seharusnya lebih bijak memilih makanan dan minuman. Beberapa penelitian telah menghubungkan konsumsi kafein dalam jumlah banyak meningkatkan risiko abortus spontan dan mengganggu perkembangan janin. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi kafein dapat memengaruhi kemampuan wanita untuk hamil. Sedangkan beberapa penelitian yang lain tidak menemukan hubungan kafein dan wanita hamil. Namun, adanya hubungan antara kafein, kesuburan, dan tingkat keguguran memang masih menjadi perdebatan di kalangan para ilmuwan. Bagaimana cara kerja kafein dalam memicu infertilitas juga masih belum jelas buktinya. Belum diketahui pula apakah konsumsi kafein dapat meningkatkan produksi hormon estrogen atau justru menurunkan metabolisme estrogen. Bahkan ada juga yang berpandangan bahwa konsumsi kafein berkaitan dengan infertilitas karena faktor tuba dan infertilitas terkait endometriosis.

Sejauh ini, belum  banyak penelitian yang menemukan hubungan antara pengaruh kafein terhadap penurunan kesuburan pada pria, meskipun hal ini juga masih belum jelas terbukti pada wanita. Meski penelitian tidak menemukan keterlibatkan kafein sepenuhnya terhadap kesuburan, namun penurunan tingkat asupan kafein tetap perlu diperhatikan. Jumlah kafein pada kopi tergantung pada jenis kopi dan pastinya berapa banyak kopi yang Anda konsumsi.

Beberapa ahli merekomendasikan bahwa efek konsumsi kafein kurang dari 200 miligram sehari masih aman dikonsumsi oleh wanita yang berencana untuk hamil. Jumlah 200 miligram kafein setara dengan sekitar dua cangkir kopi. Kadar yang dikatakan masih dalam taraf normal adalah 200 – 300 mg dimana setara dengan 2 -3 cangkir kopi. Konsumsi dalam kadar ini masih dapat dikatakan aman untuk orang dewasa. Terlepas dari benar atau tidaknya kafein dapat memengaruhi kesuburan, kopi dan minuman yang mengandung kafein sebaiknya dikonsumsi secukupnya. Karena memang yang berlebihan tidak itu tidak baik bukan?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY