Pengenalan Nymphomania atau Hiperseks pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu bentuk gangguan seksual pada wanita adalah nymphomania atau yang dalam istilah lain disebut hiperseks. Nymphobia sebenarnya sudah lama menjadi pusat perhatian ahli jiwa atau ahli di dunia kedokteran. Hanya saja di Indonesia kasus nymphobia masih asing, bahkan bisa dibilang jarang terdengar.

Seks dan gangguan mental

Seorang wanita bisa disebut mengalami gangguan apabila terjadi penurunan fungsi mental. Kemudian penurunan fungsi mental itu mempengaruhi prilaku sehingga tidak sesuai dengan kebiasaan normal. Gangguan mental terbagi menjadi dua, yakni psikoneurosa dan psikosa. Kemudian dalam penggolongannya psikoneurosa dibagi menjadi 9 kelompok yang salah satunya gangguan seksual (Arifin, 2009).

Hubungan seksual yang normal tidak akan menimbulkan efek merugikan, konflik psikis serta tidak ada paksaan. Hubungan seks seharusnya dilakukan dalam suatu ikatan yang resmi yaitu pernikahan (Kartini, 1992). Alhasil di luar ketentuan tersebut, maka hubungan seksual bisa digolongkan dalam gangguan mental.

Hiperseks pada wanita (nymphomania)

Nymphomania bisa dikatakan sebagai gangguan kejiwaan yang cukup rumit. Pasalnya penderita gangguan nymphomania akan merasakan keinginan seksual yang sangat menggebu-gebu, melebihi wanita normal pada umumnya. Meski telah melakukan hubungan seks, namun wanita tersebut masih terus merasakan kekurangan. Dalam pikirannya selalu timbul keinginan melakukan hubungan seks yang berikutnya dalam frekuensi yang sesering mungkin.

Bagi wanita yang mengidap gangguan nymphomania akan lebih banyak menghabiskan waktu pada hal-hal yang berbau seksualitas. Hiperseks yang terjadi pada seseorang bisa dilihat dari dorongan seksual yang tinggi, kemudian diikuti intensitas hubungan seksual yang semakin sering dalam waktu relatif singkat.

Istilah hiperseks bisa merujuk pada suatu kelainan berupa dorongan seksual yang menetap dan sangat tinggi. Pada umumnya seorang wanita yang menderita hiperseksual kerap melakukan hubungan dengan banyak pasangan. Hal itu dilakukan karena pasangan tetapnya tidak selalu memenuhi keinginan untuk melakukan hubungan seks dengan frekuensi yang sangat sering.

Lantas faktor apa saya yang menyebabkan seorang wanita bisa mengidap nymphomania? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini faktor-faktor penyebab seorang wanita bisa mengidap nymphomania.

  1. Wanita tersebut memiliki keinginan seksual yang menggebu-gebu, namun sulit mencapai orgasme.
  2. Wanita tersebut memiliki gairah seksual yang berlebihan.
  3. Wanita tersebut selalu bisa menikmati hubungan seks dan senantiasa mencapai orgasme.
  4. Wanita tersebut mengalami pemberontakan pada masa remaja hingga depresi.
  5. Wanita tersebut memanfaatkan aktivitas seksual sebagai pelarian dari permasalahan yang tak mampu diatasi.
  6. Wanita tersebut mengalami berbagai keadaan frustasi pada masa lalu terkait pengalaman seksual.

Wanita berusha melakukan penguatan perasaan maskulinitas feminitas yang belum berkembang secara optimal. (APT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY