Pengertian dan Pengobatan Radang pada Adnexa Rahim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit adnexitis merupakan infeksi atau radang pada adnexa rahim yang diakibatkan oleh bakteri atau virus. Adnexa merupakan organ reproduksi wanita berupa jaringan yang berada di samping kiri dan kanan melekat pada rahim, yang bernama ovarium dan tuba fallopi.

Istilah lain yang juga kerap digunakan untuk menyebut penyakit ini adalah salpingo-ooforitis. Adnexitis terdiri dari dua jenis, yaitu adnexitis kronis dan akut. Adnexitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi Neisseria gonorhoe dan Chlamydia trachomatis. Berikut ini gejala-gejala yang umumnya timbul dari penyakit adnexitis:

  1. Penderita adnexitis akan mengalami demam atau suhu tinggi.
  2. Penderita adnexitis akan mengalami leukosit tinggi.
  3. Penderita adnexitis akan mengalami nyeri di sebelah kiri atau kanan uterus.
  4. Penderita adnexitis setelah beberapa hari akan dijumpai tomur di perut dengan batas tidak jelas namun terasa nyeri jika ditekan.

Wanita yang merasa mengalami gejala-gejala di atas, sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter untuk diambil dindakan medis. Dokter kemudian akan memeriksa apakah orang tersebut benar mengidap adnexitis atau tidak. Berikut ini beberapa pengobatan yang bisa dilakukan bagi penderita adnexitis.

Pengobatan dengan antibiotik

Bagi seseorang yang sudah jelas memiliki gejala adnexitis, maka dokter pertama kali akan melakukan pengobatan dengan antibiotik. Tujuannya untuk membunuh bakteri yang bersarang, sekaligus mencegah kambuhnya penyakit. Obat yang umumnya dikonsumsi antara lain gentamisin, penisilin, metronidazole, dan lain-lain yang berfungsi mengatasi radang akut tuba falopi, peritonitis panggul, dan ovarium.

Terapi jaringan

Terapi yang mungkin disarankan adalah melakukan injeksi cairan jaringan plasenta, globulin plasenta secara intramuscular. Terapi ini bisa dilakukan dua hari sekali, hingga ada perubahan signifikan dari pasien.

Fisioterapi

Fisioterapi yang umumnya dilakukan adalah FM inframerah, shortwave, iontophoresis, audio, dan sejenisnya. Stimulasi yang hangat mampu membangkitkan sirkulasi darah dan mengatur kondisi gizi dalam jaringan lokal. Kondisi tersebut bisa membantu penyerapan serta meredakan peradangan. Namun jika suhu tubuh lebih dari 37.50 C atau penderita tuberkulosis genital, tidak dianjurkan menjalani fisioterapi.

Terapi bedah

Peradangan yang diakibatkan kista ovarium dan tuba falopi, cara mengatasinya bisa dengan operasi. Untuk kemandulan yang diakibatkan obstruksi saluran tuba, bisa menjalani bedah rekonstruksi tuba falopi. Namun untuk melakukan operasi bedah, berbagai hal memang harus dipertimbangkan secara medis.

Pengobatan lainnya

Untuk obstruksi tuba falopi yang diakibatkan radang kronis ovarium dan tuba falopi, penderita bisa menjalani injeksi intrauterine. Tiga hari apabila menstruasi telah bersih, bisa dilakukan injeksi setiap 2 hari sekali sampai akhir periode sebelum ovulasi. Pengobatan ini bisa dilakukan hingga 3 minggu berturut-turut. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here