Pengertian dan Penyebab Kelainan Mata Buta Warna

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Balita dalam perkembangannya akan diberi pengetahuan untuk menghafal sekaligus menyebutkan beberapa warna. Kenyataannya sering ditemui balita yang kesulitan membedakan atau mengenal warna lainnya. Lantas apa penyebab buta warna pada balita atau anak?

Buta warna pada anak bervariasi

Buta warna adalah kekurangan penglihatan atas warna. Mata tidak akan melihat warna seperti biasanya jika ada masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Buta warna juga kelainan mata yang masih sering ditemukan pada balita atau anak. Kelainan tersebut tentu saja bisa mempengaruhi kemampuan belajar serta kualitas hidupnya di masa datang. Karena itu setiap orangtua perlu memperhatikan dengan teliti tumbuh perkembangan anak.

Buta warna dapat dibedakan menjadi dua. Pertama buta warna parsial, yakni buta warna yang  tak mampu membedakan warna tertentu. Terutama warna yang bisa diserap oleh sel conus seperti biru, merah, atau hiijau. Kedua buta warna total, yakni buta warna yang tak mampu membedakan semua warna. Penderita hanya melihat warna gelap (hitam) serta warna terang (putih).

Secara medis buta warna merupakan penyakit kelainan yang terjadi pada mata karena dipengaruhi gen resesif pada kromosom sex, khususnya terkait pada kromosom X. Wanita memiliki kemungkinan terbesar menderita penyakit ini dibanding laki-laki, karena memiliki 2 buah kromosom X.

Pada usia 3 tahun seharusnya balita sudah mampu mengenali, membedakan, dan menyebutkan warna secara verbal. Namun tak hanya kemampuan mengenali warna saja, karena gejala buta warna pada anak sangat bervariasi.

Anak yang normal bisa membedakan ribuan warna, namun anak yang memiliki gangguan buta warna berat biasanya hanya mampu membedakan beberapa warna. Kemudian yang sangat jarang dijumpai adalah anak yang hanya bisa melihat warna putih, hitam, dan abu-abu.

Apa penyebab buta warna?

Untuk mengetahui buta warna, pemeriksaan yang kerap dilakukan adalah uji pseudoisochromatic. Pada tahap pemeriksaan tersebut, penderita biasanya diminta untuk melihat rangkaian titik berwarna yang memiliki pola tertentu. Dokter bisa juga dengan meminta anak mengamati rangkaian titik berwarna, kemudian menyebutkan angka atau huruf yang tersembunyi di antara titik tersebut.

Buta warna juga dianggap cacat menurun, ketika seseorang tak mampu membedakan warna. Biasanya penderita tidak mampu membedakan warna hijau dan merah (dikromatis). Sementara buta warna total, penderita tidak bisa melihat warna apapun. Kelainan tersebut bisa disebabkan gen resesif c, sementara sifat normal dipengaruhi gen dominan C.

Seperti yang dirangkum dari berbagai referensi, anak perempuan buta warna bisa dilahirkan dari pria buta warna yang kebetulan menikah dengan wanita carrier. Untuk lebih memahami konsep tersebut, pembaca bisa melihat pada penjelasan di bawah ini.

P : Pria butawarna x wanita carrier

XcY                   XCXc

G :       Xc, Y                 XC, Xc

F :       XCXc  : wanita normal carrier
XcXc  : wanita butawarna
XCY   : pria normal
XcY    : pria butawarna

(APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here