Pengertian dan Tanda Bayi Mengalami Hipotiroid Kongenital

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit hipotiroid kongenital yang terjadi pada bayi janganlah dianggap sepele. Pasalnya jika tidak segera mendapatkan penanganan, bayi yang menderita hipotiroid kongenital akan mengalami gangguan perkembangan fisik hingga mental. Lantas apakah maksud hipotiroid kongenital pada bayi dan bagaimana tanda-tandanya?

Pengertian hipotiroid kongenital

Hipotiroid adalah salah satu gangguan fungsi tiroid. Kondisi ini terjadi akibat kelenjar tiroid tidak maksimal memproduksi hormon tiroid. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, hipotiroid juga dapat menyerang bayi yang baru lahir atau biasa diistilahkan hipotiroid kongenital. Hipotiroid kongenital merupakan kondisi yang sangat membahayakan. Hipotiroid sering terjadi pada bayi dengan gejala klinis yang terkadang tidak terlihat.

Kenapa gejala hipotiroid pada bayi bisa tidak terdeteksi? Hal tersebut karena bayi dengan hipotiroid masih mendapatkan asupan hormon tiroid dari sang ibu lewat jalur plasenta. Gejala klinis baru akan tampak di kemudian hari setelah bayi lebih sering tidur, tidak aktif, sulit makan, konstipasi, hingga kuning berkepanjangan.

Apabila bayi yang mengalami hipotiroid tidak segera mendapat pengobatan, maka bisa menderita keterbelakangan mental karena pertumbuhan yang terhambat. Alhasil sangat penting menjalani tes skrining pada bayi baru lahir, untuk bisa mendeteksi lebih dini gejala-gejala hipotiroid.

Mendeteksi hipotiroid pada bayi

Semakin tingginya jumlah bayi yang mengalami hipotiroid kongenital, maka perlu dilakukan skrining awal hormon tiroid bagi semua bayi yang baru lahir. Jika diamati, sebenarnya tes skrining ini telah menjadi prosedur rutin di negara-negara maju. Untuk mendeteksi hipotiroid primer, umumnya pihak medis akan menggunakan skrining pemeriksaan TSH.

Pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi hipotiroid pada bayi, sebelum berumur 2 minggu. Dengan pemeriksaan itu apabila ditemui kondisi hipotiroid pada bayi, maka bisa dilakukan terapi lebih awal sebelum berumur 2 minggu hingga 1 bulan. Tes ini juga mudah dilakukan, dengan memanfaatkan darah kapiler yang dapat diambil dari bagian tumit bayi menggunakan kertas filter.

Pentingnya hormon tiroid bagi bayi

Hormon tiroid cukup memiliki peran penting dalam perkembangan susunan saraf pusat pada otak bayi. Selain itu hormon tiroid juga berfungsi mengatur panas tubuh, membantu jantung, metabolisme, membantu otot serta organ tubuh lainnya agar bekerja dengan baik. Jika bayi mengalami kekurangan atau bahkan tidak mempunyai hormon tiroid, maka sudah dipastikan perkembangannya akan terhambat.

Realitanya masih banyak orangtua yang belum sadar dengan adanya penyakit ini. Bayi yang mengalami hipotiroid kongenital, awalnya mungkin terlihat normal seperti bayi lain. Tanda-tanda baru muncul dalam beberapa bulan.

Tanda-tanda pada bayi dengan hipotiroid kongenital

Melakukan skrining hipotiroid kongenital pada bayi, jangan menunggu setelah tanda-tanda kelainan muncul. Periode yang baik untuk melakukan skrining hipotiroid kongenital yakni 48-72 jam setelah bayi lahir. Dirangkum dari berbagai sumber, tanda-tanda yang bisa muncul pada bayi dengan hipotiroid kongenital antara lain:

  1. Pusar bodong.
  2. Muka sembab.
  3. Bibir tebal.
  4. Tubuh pendek.
  5. Lidah besar dan keluar.
  6. Kesulitan bicara.
  7. Jarang menangis.
  8. Konstipasi (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here