Pengertian Imunisasi Polio Pada Anak

SehatFresh.com – Imunisasi polio merupakan bagian dari imunisasi dasar lengkap di Indonesia bagi bayi yang baru lahir agar tidak sampai terjangkit penyakit polio (poliomyelitis). Menurut statistik dari World Health Organization (WHO), satu di 200 infeksi polio mengakibatkan kelumpuhan permanen, dan 5% sampai 10% meninggal ketika otot-otot pernapasan menjadi ikut lumpuh.

Semua orang bisa terserang polio, tapi yang paling rentan adalah anak-anak. Polio seringkali menyerang anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus. Virus akan menyerang sistem saraf, dan dapat menyebabkan kelumpuhan total dalam hitungan jam. Ada tiga subtype virus polio, yaitu P1, P2 & P3. Virus ditularkan oleh orang-ke-orang menyebar terutama melalui jalur fecal-oral. Di daerah dengan akses air terbatas, masyarakat seringkali terinfeksi karena meminum air yang terkontaminasi virus.

Masa inkubasi virus berkisar antara lima sampai 35 hari. Virus akan menyebar di sepanjang serabut saraf pada sistem saraf, kemudian menyerang dan menghancurkan sel-sel saraf. Neuron motor yang mengaktifkan sel-sel otot menjadi tidak lagi berfungsi, sehingga menyebabkan flasiditas di lengan dan kaki (acute flaccid paralysis, AFP). Ketika batang otak juga terpengaruh, virus menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai bulbar polio, yang pada gilirannya menyebabkan kesulitan bernapas, menelan dan berbicara. Tanpa pengobatan yang tepat, penyakit polio bisa mengakibatkan kematian.

Gejala awal polio termasuk demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada anggota badan. Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Tidak ada obat untuk polio. Dokter hanya bisa mengobati gejala yang muncul saat infeksi berkembang. Penyakit ini hanya dapat dicegah dengan imunisasi.

Tahun 2014, WHO telah menyatakaan Indonesia sebagai salah satu negara bebas polio. Untuk mempertahankan ini, serta guna menurunkan risiko penularan virus polio dari negara lain, pemerintah akan menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada 8-15 Maret 2016, yang ditujukan bagi semua anak berumur 0-59 bulan.

Efek samping yang paling umum terjadi setelah imunisasi polio adalah demam. Namun, ini wajar dan tidak berdampak buruk pada kesehatan anak. Untuk penanganannya, beri cukup cairan agar anak tidak mengalami dehidrasi, atau bisa juga diberi obat penurun panas sesuai dosis.

Jika anak sedang demam atau menderita diare, maka pemberian imunisasi polio dapat ditunda sampai kondisi kesehatannya membaik. Untuk bayi dengan berat badan kurang dari 2000 gram, pemberian imunisasi polio mungkin harus ditunda hingga berat badannya lebih dari 2000 gram atau kondisinya dinyatakan stabil secara klinis dan telah berusia di atas dua bulan.

Sayangnya, masih ada saja orang tua yang menyepelekan imunisasi karena kurang paham dan mengerti manfaat imunisasi polio. Maka dari itu, para orangtua terutama yang memiliki anak yang usianya di bawah lima tahun, dihimbau untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi polio untuk anaknya. Selain imunisasi polio, masyarakat dan para orang tua juga dihimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sumber gambar : www.vitabumin.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY