Pengertian Metode Kontrasepsi Permanen Tubektomi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Alat kontrasepsi menjadi pilihan bagi yang ingin mengendalikan kehamilan. Kontrasepsi pun memiliki banyak jenis yang bisa dipilih sesuai kondisi dan kebutuhan fisik penggunanya. Salah satunya adalah tubektomi.

Tubektomi merupakan metode kontrasepsi permanen. Metode ini dilakukan melalui pembedahan sehingga menggunakan anestesi dengan dosis tertentu. Tubektomi dikenal juga sebagai metode operasi pada wanita atau MOW. Sementara itu, metode operasi pria dikenal dengan istilah vasektomi atau MOP.

Tubektomi atau ligasi tuba dilakukan dengan memotong atau menutup tuba falopi sehingga sel telur tak masuk ke rahim dan mencegah sperma masuk ke tuba falopi. Bagaimanakah sebenarnya prinsip kerja dari metode tubektomi ini sehingga tidak terjadi pembuahan? Jawabnya logis sekali. Dengan mengikat atau memotong atau juga memasangkan cincin pada saluran telur, maka pengeluaran sel telur akan menjadi terhambat. Akhirnya, sel sperma tidak akan bertemu dengan sel telur.

Sebelum melakukan tubektomi, ada beberapa hal yang perlu dipahami, yakni:

  • Menstruasi

Siklus haid pasien tak akan terganggu setelah melakukan tindakan tubektomi. Jadi, bila merasakan adanya gangguan pada siklus haid mereka, maka segera konsultasikan pada dokter agar diberi penanganan yang tepat.

  • Kehamilan

Kemungkinan pasien untuk hamil setelah melakukan prosedur tubektomi akan sangat kecil. Kasus kehamilan yang tetap terjadi walaupun sudah melakukan tubektomi sangat jarang ditemukan.

  • Sel telur

Sel telur akan tetap diproduksi seperti sebelum melakukan prosedur tubektomi. Setelah pasien melakukan tubektomi, sel telur yang sudah diproduksi akan segera melebur pada saluran rahim.

Bagaimana efektivitas tubektomi dalam mengendalikan kehamilan? Kemampuan tubektomi dalam mencegah kehamilan mencapai 99,9%. Artinya, dari setiap 100 wanita yang menjalani prosedur tubektomi, ada satu atau kurang wanita yang hamil. Dengan kata lain, tubektomi merupakan metode kontrasepsi yang sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, meskipun tidak bisa menjamin sebesar 100%.

Sayangnya, tubektomi tidak bisa melindungi pasien dan pasangan dari penyakit kelamin. Maka, penggunaan alat kontrasepsi yang bisa melindungi mereka dari penyakit kelamin, seperti kondom laki-laki dan kondom wanita tetap dibutuhkan ketika berhubungan seks.

Sebelum menjalani tubektomi, sebaiknya calon pasien mempertimbangkan secara matang keputusan tersebut mengingat sifatnya yang permanen. Jadi, penggunaan kontrasepsi ini hampir tidak bisa dihentikan karena tindakan medis sudah terlanjur dilakukan pada saluran tuba falopi pasien. Oleh sebab itu, calon pasien juga disarankan untuk membicarakan dengan pasangan dan keluarga sebelum memilih KB steril ini. Jika calon pasien dan pasangannya telah yakin dengan prosedur ini, mereka bisa menemui dokter dan ahli kebidanan yang terpercaya untuk merencanakan tubektomi.

Tubektomi bisa dilakukan setelah pasien melahirkan normal atau dengan operasi Caesar. Tubektomi juga bisa dilakukan kapanpun pasien siap dan dalam keadaan sehat. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here