Pengertian Penyakit Radang Panggul

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Radang bisa muncul di berbagai anggota tubuh. Salah satunya adalah panggul. Nah, radang panggul ini cukup berbahaya bila tak segera ditangani.

Apa sih sebenarnya radang panggul itu? Radang panggul adalah suatu penyakit yang menyerang organ wanita, yaitu rahim dan bagian-bagiannya, seperti indung telur (ovarium), saluran telur (tuba falopi), dan leher rahim (serviks). Penyakit ini hampir ekslusif disebabkan oleh infeksi bakteri.

Radang panggul hanya menyerang kaum hawa saja, terutama mereka yang kehidupan seksualnya sudah aktif. Wanita yang terserang biasanya pada usia reproduktif, yaitu 17–40 tahun.

Diagnosis radang panggul diperoleh berdasarkan gejala yang dialami pasien. Selain melihat gejala, salah satu prosedur yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki radang panggul adalah dengan mengambil sampel dari vagina atau leher rahim. Pemeriksaan yang dilakukan pada organ reproduksi akan memberikan informasi mengenai tingkat infeksi bakteri serta jenis bakteri yang menginfeksi. Beberapa tes yang mungkin dilakukan antara lain tes darah, urine, kehamilan, dan USG. Dokter juga dapat melakukan CT Scan atau MRI.

Diagnosis dapat juga dilakukan melalui sebuah tes berupa tindakan operasi laparoskopi (keyhole surgery) atau pembedahan kecil pada bagian perut. Teknisnya bisa menggunakan kamera kecil dan melihat organ perut pasien. Dokter akan melihat atau mengambil sampel dari organ tubuh untuk memastikan diagnosis radang panggul. Proses pengambilan sampel jaringan pada uterus untuk diperiksa disebut juga dengan biopsi endometrium.

Pasien dapat didiagnosis radang panggul setelah hasil tes terhadap bakteri penyebab chlamydia atau gonore dinyatakan positif dan terbukti berisiko terhadap penyakit itu. Walau pada sebagian besar kasus hasil yang keluar adalah negatif, namun bukan berarti pasien tersebut tidak memiliki risiko radang panggul.

Radang panggul yang kembali dan menginfeksi area yang sama membuat kondisi organ reproduksi tersebut rentan terhadap bakteri. Inilah kenapa penderita radang panggul harus menyelesaikan masa pengobatannya hingga tuntas demi mengurangi risiko sakit panggul yang sangat mengganggu aktivitas.

Pasien yang tidak diobati secara benar dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi, seperti sakit perut kronis dan kehamilan di luar rahim (ektopik). Selain itu, radang panggul yang berulang dapat pula menimbulkan proses radang atau inflamasi berulang sehingga merusak jaringan dan keutuhan saluran indung telur. Terganggunya keutuhan jaringan pada saluran indung telur atau tuba falopi ini kerap menimbulkan keadaan infertilitas atau sulit punya anak pada wanita.

Tak hanya itu, infeksi berulang khususnya pada tuba fallopi dapat mengakibatkan terjadinya kehamilan ektopik. Infeksi ini menyebabkan luka dan menyempitnya tuba fallopi hingga sel telur menjadi tersangkut dan berkembang di dalam tuba fallopi. Jika hal ini terus berlanjut, dapat terjadi pendarahan dalam yang mengancam nyawa penderitanya sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here