Pengertian, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Jet Lag

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jet Lag menjadi kendala tersendiri bagi seseorang yang berpergian menggunakan pesawat. Setelah melakukan perjalanan udara melintasi zona waktu, kebanyak orang akan mengalami pusing hingga muntah-muntah. Itu merupakan salah satu tanda, bahwa seseorang sedang mengalami jet lag.

Pengertian jet lag

Jet lag merupakan perasaan kebingunan dan kelelahan setelah melakukan perjalanan udara menggunakan pesawat terbang yang cukup panjang. Jet lag muncul sebagai akibat ketidakmampuan tubuh dalam beradaptasi dengan zona waktu di tempat yang baru. Tentu saja jet lag bisa mengganggu pola tidur seseorang, sehingga membuatnya merasa kurang berenergi.

Apa penyebab jet lag?

Seperti yang telah disinggung di atas, jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam beradaptasi dengan zona waktu yang baru. Semakin banyak zona waktu yang dilewati, maka seseorang dapat mengalami jet lag lebih parah.

Seperti yang diketahui bahwa dunia ini telah dibagi ke dalam 24 zona waktu. Ritme alami tubuh manusia juga akan menyesuaikan waktu-waktu tersebut, dimana dalam sehari terdapat 24 jam (ritme sirkadian). Tentu saja ritme ini menjadi terganggu, setelah seseorang melintasi zona waktu yang berbeda-beda.

Dapat disimpulkan secara lebih rinci, jika penyebab jet lag adalah perjalanan penerbangan yang jauh hingga tubuh seseorang tidak mampu beradaptasi dengan zona waktu di tempat yang baru. Kegagalan tubuh dalam beradaptasi dapat dicontohkan dalam suatu kasus.

Misalnya saat ini waktu menunjukan pukul 00.00 WIB di Indonesia, dimana semua orang berisitirahat untuk tidur. Namun ketika melakukan perjalanan jauh dengan pesawat, setelah sesampainya di Amerika Serikat ternyata pagi hari. Seseorang tentu akan merasa aneh apabila tidur di pagi hari, situasi inilah yang akhirnya membuat ritme tubuh terganggu.

Apa tanda dan gejala seseorang mengalami jet lag?

Selain mengalami insomnia atau kelelahan, penderita jet lag mungkin juga akan merasakan sejumlah perubahan fisik serta emosional. Perubahan tersebut bisa saja berupa kecemasan, diare sembelit, dehidrasi, kebingungan, gampang marah, sakit kepala, mual, berkeringat, pusing, hingga kehilangan memori. Beberapa kasus juga menunjukan gejala jet lag tambahan berupa gangguan detak jantung.

Bagaimana cara mengatasi jet lag?

Seseorang yang keseringan mengalami jet lag, apabila dibiarkan bisa mengakibatkan masalah. Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu dalam meminimalkan efek jet lag, ketika seseorang sudah tiba di tempat tujuan.

  1. Perlu menciptakan rutinitas baru. Aturlah pola makan dan tidur pada waktu di zona yang baru, bukan menggunakan pola yang digunakan di rumah.
  2. Perlu menghindari tidur di siang hari, ketika baru tiba di zona baru. Tidak terkecuali ketika mengalami lelah setelah penerbangan panjang, diusahakan tetaplah beraktivitas hingga waktu yang tepat untuk tidur malam.
  3. Seseorang perlu memastikan tubuh terhidrasi dengan baik, setelah tiba di tempat tujuan dengan zona yang baru. (APY).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY