Pengertian Proses Kontraksi pada Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada umumnya rasa takut seorang wanita menghadapi proses persalinan di saat proses kontraksi. Terlebih bagi mereka yang baru mengalaminya. Akan banyak informasi baru yang akan diterima oleh calon ibu. Sehingga tidak heran bagi sebagian wanita proses kontraksi salah satu proses yang ditakuti bagi wanita yang akan melahirkan. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan kontraksi?

Dalam ilmu kebidanan dan kandungan kontraksi disebut dengan istilah “his”. Kontraksi merupakan satu kesatuan dari peregangan otot rahim yang teratur, yang secara bertahap akan terjadi effecement (penipisan serviks) dan dilatasi (pembukaan serviks) yang berfungsi sebagai jalan yang akan dilalui janin untuk keluar.

Proses terjadinya his atau kontraksi biasanya terjadinya 2 minggu sebelum atau sesudah dari tanggal perkiraan lahir. Meskipun ada sebagian wanita yang merasakan kontraksi sebelum waktunya dan jauh dari tanggal perkiraan lahir.

Kontraksi atau his terjadi di dalam rahim seorang wanita, dimana rahim merupakan bagian otot terbesar di dalam tubuh seorang wanita. Pada saat terjadinya kontraksi otot rahim akan meregang. Rahim terdapat di panggul anda yang terhubung dengan otot-otot punggung bagian bawah.

Sehingga pada saat proses terjadinya kontraksi maka rasa sakit yang dirasakan akan menjalar ke daerah pinggang, punggung bagian bawah dan area panggul. Akan tetapi pada kenyataannya, setiap wanita mengalami proses kontraksi yang berbeda-beda. Faktor penyebab terjadinya kontraksi dipengaruhi oleh sebuah hormon yang disebut hormon oksitosin.

Hormon oksitosin merupakan suatau hormon yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisa yang dapat mengakibatkan kontraksi rahim yang berfungsi untuk untuk mendorong bayi keluar. Kontraksi tersebut akan datang dan pergi. Kontraksi yang dirasakan seorang wanita saat akan melahirkan biasanya akan lebih sering dan teratur.

Selain itu rasa sakit yang dirasakan dimulai dari perut menjalar ke pinggang sampai punggung bagian bawah atau bahkan sebaliknya. Dalam ilmu kebidanan terdapat 5 faktor yang dapat mempengaruhi persalinan yaitu passage (jalan lahir), passager (bayi dan plasenta), power (kekuatan), psikologi dan penolong.

Kontraksi atau his yang terjadi selama proses persalinan masuk ke dalam kategori power. Dimana proses tersebut terjadi pada kala I persalinan. kala I persalinan merupakan sebuah tahapan persalinan yang dimulai dari pembukaan 0 sampai 10 atau lengkap. Kekuatak kontraksi di akhir kala I menjelang kala II memiliki kekuatan amplitudo sekitar 60 mmHg dengan durasi 2 -3 menit dalam 60-90 detik. Namun berdasarkan acuan patograf kontraksi yang adekuat apabila dalam waktu 10 menit terdapat 4-5 kali lamanya 40-45 detik.

Berdasarkan pernyataan seorang pakar yang bernama Linda (2002) menjelaskan bahwa faktor penting dalam proses persalinan yaitu kekuatan kontraksi dan kekuatan ibu pada saat mengejan. Berikut ini hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan kontraksi antara lain:

  1. Usia ibu
  2. Cara memimpin persalinan
  3. Induksi persalinan menggunakan obat uterotonika. Contohnya oksitosin, misoprostol, dll.
  4. Rasa cemas dan takut yang dialami ibu.

Timbulnya kontraksi pada saat persalinan biasanya disertai dengan keluarnya lendir darah atau dalam istilah medis di sebut dengan “show”.  Akan tetapi ada beberapa kasus yang terjadi bahwa show sudah timbul 72 jam sebelum adanya kontraksi. Dalam persalinan terdapat 2 jenis faktor kekuatan yaitu:

  1. Kekuatan primer dimana kekuatan tersebut muncul di bagian segmen atas uterus yang menebal dan akan dihantarkan oleh uterus bagian bawah dalam bentuk gelombang.
  2. Kekuatan sekunder yang biasanya terjadi karena adanya kontraksi dibagian otot-otot diafragma dan abdomen ibu yang dapat mendorong keluar isi ke jalan lahir sehingga terjadinya tekanan intraabdomen. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here