Pengertian Syndrom Brugada dan Gejalanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Syndrom Brugada adalah penyakit genetik yang ditandai dengan peningkatan risiko kematian mendadak. Sindrom ini dinamakan oleh kardiolog Pedro dan Joseph Brugada dari Spanyol pada 1992. Penyakit ini kemungkinan besar menjadi penyebab Kematian mendadak saat tidur (KMST) atau sudden and unexpected nocturnal pada pria muda di wilayah Asia Tenggara.

Secara umum syndrom brugada adalah sebuah kejadian adanya ketidaknormalan pada sistem listrik jantung yang mengakibatkan terjadinya gangguan irama jantung atau aritmia. Detak jantung dipicu oleh adanya impuls listrik dari sebuah sel khusus yang disebut pucuk sinus. Pucuk sinus terdapat di bagian serambi kanan jantung. Terdapat sebuah pori kecil yang disebut saluran ion, disinilah tempat di mana sel-sel tadi menghasilkan listrik. Pada penderita sindrom brugada kerusakan pada saluran atau sel ini menyebabkan gangguan pada aliran listrik untuk memompa darah.

Sindrom Brugada adalah gangguan jantung yang sangat serius dan menyebabkan irama atau detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini membuat jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal. Jika hal ini terjadi, dampaknya akan sangat fatal dan bisa mengancam nyawa seseorang.

Sindrom Brugada merupakan salah satu penyebab utama kasus kematian mendadak pada anak muda yang dinyatakan sehat dan tidak mengalami gangguan jantung. Yang lebih mengkhawatirkan, kasus kematian yang disebabkan oleh sindrom Brugada sering terjadi secara tiba-tiba, tanpa menujukkan nyaris tanpa disertai gejala , meskipun ada gejala yang mungkin di alami tetapi tidak mempunyai gejala khusus yang dirasakan.

Gejala Syndrom Brugada

Sindrom ini nyaris tanpa gejala, penderita langsung meninggal tiba-tiba meskipun sebelumnya sehat-sehat saja bahkan tidak ada faktor-faktor risiko penyakit jantung koroner. Meskipun penyakit ini tidak mempunyai gejala khusus atau tidak dapat dideteksi secara dini dan harus melalui serangkaian tes untuk mengetahuinya, namun bisa dikatakan beberapa tanda berikut dapat dijadikan pertanda adanya gangguan pada jantung:

  • Sesak napas
  • Palpitasi atau irama jantung yang tidak beraturan
  • Demam tinggi
  • Kejang
  • Pingsan
  • Mengalami hipotermia
  • Mengalami Hipokalemia atau ketika kadar kalium dalam darah kurang dari 38 mEq/L
  • Mengalami iskemia atau berkurangnya pasokan darah ke organ tubuh yang membuat ketidakcukupan suplai darah ke organ tubuh
  • Mengalami cardiac arrest atau aritmia
  • Sering mengalami mimpi buruk saat malam hari
  • Menyebabkan sinkop pada penderita ventricular fibrillation
  • Munculnya atrial fibrillation, meski pun hanya muncul sekitar 20 persen kasus
  • Pada pemeriksaan EKG rutin menunjukkan elefasi ST pada tingkat V1 hingga V3

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here