Pengertian Tembakau Cap Gorila dan Efek Sampingnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika beredarnya tembakau Cap Gorila di masyarakat, telah mencuri perhatian banyak pihak. Tidak terkecuali dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian, yang terus melakukan pengawasan terkait peredaran tembakau tersebut. Lantas apa saja efek samping merokok tembakau Cap Gorila?

Pengertian tembakau Cap Gorila

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum, tembakau Cap Gorila adalah sebuah bahan rokok yang disebut-sebut dapat membuat penggunanya merasakan efek seperti ditiban gorila saat memakainya. Seseorang yang mengkonsumsi tembakau Cap Gorila akan terdiam, hingga tidak dapat menggerakan tubuhnya seperti sedang tertimpa gorila.

Efek samping yang bisa muncul saat konsumsi tembakau Cap Gorila

BNN mengungkapkan jika tembakau Cap Gorila dapat memberikan efek samping yang hampir mirip seperti ganja. Penggunaan tembakau ini hampir sama dengan merokok, yakni dengan cara dihisap. Kemudian setelah seseorang menghisap tembakau tersebut, efeknya bisa menyebar hingga ke organ tubuh lain seperti paru-paru hingga ke otak.

Puncaknya seseorang yang sedang mengkonsumsi tembakau Cap Gorila akan terdiam, layaknya tertimpa gorila. Efek samping yang juga bisa muncul dari penggunaan tembakau Cap Gorila menurut BNN yakni dapat mengalami gangguan psikiatri. Gangguan tersebut seperti agitasi, agresi, psikosis, kecemasan, gejala-gejala putus zat, hingga mengalami ketergantungan.

Selain itu efek samping yang mungkin saja terjadi apabila memakai tembakau Cap Gorila secara berlebihan antara lain stroke iskemik karena SC, tekanan darah tinggi, nyeri pada dada, perubahan segmen ST, gagal ginjal, serta infark miokardium. Jika diamati efek samping yang dapat ditimbulkan dari tembakau ini hampir sama dengan rokok atau zat terlarang.

Zat yang diduga terkandung dalam tembakau Cap Gorila

Menurut informasi yang berhasil dirangkum, tembakau Cap Gorila mempunyai zat yang dimasukan dalam kategori new psychoactive substances bernama AB-CHMINACA. BNN mengungkapkan jika zat AB-CHMINACA adalah salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC).

Hanya saja sampai saat ini, zat itu belum masuk dalam daftar lampiran di Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 terkait narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan. Namun zat AB-CHMINACA, sejauh ini sudah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kemenkes. Selanjutnya akan dibahas untuk masuk dalam Narkotika golongan I.

Di lain pihak berdasarkan World Drugs Report pada tahun 2014, UNODC mengungkapkan jika peningkatan tren Synthetic Cannabinoid (SC) sekitar 50% dari zat-zat baru yang terdeteksi. Berdasarkan jumlah itu beberapa jenis SC yang sudah dapat terdeteksi BNN antara lain XLR-11, JWH-018, MAM 2201, 5-fluoro AKB 48, AB-CHMINACA, FUB-144, AB-FUBINACA, serta CB-13.

BNN dan pihak Kepolisian akan terus mengawasi peredaran zat AB-CHMINACA, termasuk membuat payung hukumnya bersama pemerintah. Jika telah memiliki dasar hukum yang kuat, BNN dan pihak kepolisian kelak dapat menghukum pemakai dan peredar tembakau yang memanfaatkan zat AB-CHMINACA dalam produknya. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here