Pengertian Tentang Petting atau Tindakan Stimulasi Seksual

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Petting bagi pasangan menikah bisa dimanfaatkan sebagai foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan intim. Sementara itu, petting bagi pasangan yang belum menikah banyak dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual tanpa benar-benar berhubungan intim.

Petting merupakan istilah yang biasa digunakan untuk tindakan stimulasi seksual terhadap pasangan, umumnya dengan menggunakan tangan atau mulut. Waktu untuk melakukan petting dapat beragam, bahkan petting dapat dilakukan hingga pasangan yang menerima stimulasi mengalami klimaks. Meski demikian, petting bisa dinikmati oleh kedua belah pihak, tidak terbatas pada penerima stimulasi.

Beberapa tindakan petting yang dilakukan seorang wanita pada pria antara lain meraba, mencium, hingga melakukan seks oral pada penis. Sementara itu, ketika pria melakukan petting pada wanita, maka stimulasi yang dapat dilakukan termasuk pada area sekitar payudara dan vagina. Petting juga dapat dilakukan oleh pria atau wanita dengan menggunakan alat bantu seks.

Pertanyaannya, bisakah petting menyebabkan kehamilan? Untuk kehamilan dapat terjadi, sperma harus masuk ke dalam vagina. Hal ini dapat tercapai dengan sentuhan dua alat kelamin atau cairan air mani harus bertemu dengan vulva wanita. Jika Anda terlibat dalam perilaku seksual dengan pasangan Anda saat mengenakan pakaian, tidak ada risiko kehamilan.

Memang benar bahwa sperma adalah perenang yang kuat dan dapat hidup di luar tubuh, tetapi mereka tidak bisa berenang melewati pakaian. Sperma hanya dapat bertahan hidup dalam cairan, khususnya air mani dan sekresi vagina. Di luar tubuh, sperma sebenarnya sangat rapuh. Setelah air mani terserap ke dalam kain pakaian Anda, mereka segera mati.

Namun, ada peluang sangat kecil untuk petting bisa menyebabkan kehamilan yaitu saat dua orang yang terlibat dalam aktivitas seksual tersebut dalam keadaan telanjang dan si pria berejakulasi dekat lubang vagina sehingga memungkinkan sperma untuk berenang masuk ke dalam saluran reproduksi wanita dengan bantuan lendir vagina, bertemu dengan sel telur dan kemudian berujung pada kehamilan.

Risiko menjadi lebih besar lagi jika tangan yang sama juga digunakan untuk menyentuh kedua alat kelamin. Ketika pria menyentuh alat kelaminnya sendiri dan kemudian menggunakan tangan yang sama untuk meraba alat kelamin pasangan wanitanya, ia berpeluang untuk memindahkan cairan tubuhnya (termasuk sperma dan patogen) ke dalam genitalia pasangan intimnya.

Sejumlah kecil sperma (bahkan yang ditemukan dalam air mani pra-ejakulasi sekalipun) atau air mani cukup untuk menularkan penyakit kelamin atau membuat pasangan Anda hamil. Risiko tambahan lainnya dari petting yang jarang dibahas adalah bahwa aktivitas ini dapat menimbulkan bahaya jika melibatkan pengisapan payudara dari ibu menyusui, karena ia bisa tertular penyakit kelamin dari virus yang terserap ke dalam ASI-nya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here