Pengertian Tentang Terapi Seks

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian orang masih menganggap negatif terhadap terapi seks. Tidak sedikit juga yang mengaitkannya dengan kegiatan cabul atau pornoaksi. Padahal, terapi seks bisa menyelesaikan berbagai macam masalah seks. Hal ini karena kebanyakan masalah atau gangguan seksual umumnya berakar dari masalah psikologis, seperti stres, depresi dan kecemasan.

Memang, seperti apa terapi seks itu? Pada dasarnya, terapi seks sama dengan jenis terapi lainnya yang mengharuskan orang untuk membuka diri lewat sesi curhat supaya terapis bisa mendeteksi akar masalahnya. Dengan kata lain, terapi seks tidak jauh berbeda dengan konsultasi dengan psikolog untuk masalah psikologis pada umumnya.

Pada saat konseling psikologis, terapis atau konselor biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan ringan untuk mengenal pasien lebih dekat. Terapis juga dapat menanyakan seputar riwayat kehidupan seks secara rinci, seperti seberapa sering si pasien berhubungan seks dan apa yang ia rasakan menjadi masalah dalam urusan ranjang.

Yang perlu digarisbawahi, terapi seks tidak bisa menyembuhkan atau mengobati keterbatasan dan masalah fisik yang menyebabkan disfungsi seksual. Dalam banyak kasus, terapi seks hanya bisa membantu masalah seksual yang berakar dari masalah mental atau emosional.

Di samping itu, sebuah sesi terapi seks tidak meminta pasien menanggalkan pakaiannya. Satu hal yang pasti, tidak ada konseling mana pun yang menyuruh pasiennya untuk membuka baju di kantor terapis. Apalagi diminta untuk menunjukkan alat kelamin atau melakukan aktivitas seks apapun. Yvonne K. Fulbright, PhD, seorang seks edukator dan profesor seksualitas di American University mengatakan, hal tersebut seharusnya tidak boleh terjadi. Jika Anda diminta untuk melakukannya, segeralah pergi dari tempat itu dan cari bantuan hukum.

Satu sesi terapi seks sendiri biasanya berlangsung selama satu jam setiap minggu. Umumnya, seorang pasien melakoni 5–20 sesi tergantung kesepakatan. Dalam waktu terbatas ini, pasien diharapkan jujur karena tanpanya diagnosa menjadi percuma.

Metode atau latihan terapi seks sendiri bervariasi, misalnya latihan teknik menyentuh nonseksual yaitu latihan yang dirancang untuk membantu menghilangkan tekanan saat berhubungan seks dengan pasangan. Latihan ini biasanya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menyentuh atau membelai bagian tubuh pasangan, kecuali di area-area genitalnya. Tujuannya adalah untuk membantu kedua pasangan memahami bagaimana mengenali dan menyampaikan preferensi seksual mereka dibanding mencoba untuk mencapai orgasme.

Lalu, ada pula psikoterapi. Psikoterapi dilakukan untuk mengajarkan tentang beberapa pengetahuan tentang seks. Selain itu, psikoterapi juga dapat membantu kaum hawa untuk mengidentifikasi masalah-masalah, seperti pengalaman seks yang tidak menyenangkan di masa lalu seperti pelecehan, pemerkosaan atau aktivitas seksual traumatis.

Setelah mengidentifikasi masalah yang muncul, terapis akan berupaya untuk mengembalikan point of view ladies maupun pasangan terhadap hubungan seks itu sendiri. Dengan begitu, pasien akan menganggap bahwa seks adalah sebuah enjoyable activity. Dengan pandangan baru ini, respon seksual pasangan suami istri akan meningkat. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here