Pengertian Zat Purin dalam Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anda mungkin pernah mendengar tentang senyawa Purin. Bahan ini sering dikaitkan dengan penyakit asam urat. Namun, apakah Anda mengenal dengan baik substansi ini?

Purin ditemukan oleh seorang ahli kimia Jerman Purin bernama Emil Fischer pada tahun 1884. Purin (rumus kimia: C5H4N4) adalah senyawa organik aromatik heterosiklik yang terdiri dari sebuah cincin Pirimidin yang berfungsi dengan cincin Imidazol. Purin merupakan struktur penyusun asam nukleat DNA dan RNA, yaitu dalam bentuk basa karbon nitrogen Adenin dan Guanin. Purin juga merupakan komponen dari energi dalam bentuk Adenosine Triphosphate (ATP) yang berperan dalam proses metabolisme dalam tubuh. Purin memiliki berat molekul 120,115 g/mol dan titik lebur pada suhu 214°C.

Purin memiliki peran yang penting dalam metabolisme manusia. Di dalam tubuh manusia, purin didegradasi menjadi asam urat, yang berperan sebagai antioksidan yang membantu mencegah kerusakan akibat senyawa oksigen reaktif. Hati dan mukosa pencernaan menghasilkan asam urat terbanyak dalam tubuh. Bentuk ion dari asam urat terdapat dalam synovial fluid dan plasma darah.

Purin dapat ditemukan hampir di semua jenis makanan, meliputi kacang-kacangan, susu, telur, daging, ikan, sayuran, bahkan dalam bumbu masakan. Konsumsi makanan tinggi Purin dalam jumlah besar dan rutin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam serum darah, yang menyebabkan hyperuricemia dan gout (penyakit asam urat), dan menjadi faktor resiko terhadap sindrom metabolisme, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ginjal. Di Jepang, konsumsi makanan yang mengandung Purin lebih dari 200 mg/100g diduga beresiko tinggi menyebabkan hyperuricemia; sementara di Indonesia, konsumsi makanan mengandung Purin yang dianjurkan untuk dihindari adalah lebih dari 150 mg/100g.

Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang memiliki kadar Purin tinggi:

  • Organ dalam hewan

Yang tergolong dalam organ dalam hewan, atau biasa disebut awam dengan “jerohan”, antara lain: otak, hati, paru, ginjal, jantung, usus, limpa, dan babat. Sebagai contoh, total kandungan Purin pada hati ayam adalah sekitar 243-312 mg/100 g dan ginjal sapi adalah sekitar 185 mg/100 g.

  • Ikan olahan dan ikan yang dikeringkan

Ikan sarden segar memiliki total kandungan Purin sekitar 210 mg/100 g, sedangkan yang sudah setengah kering sekitar 306 mg/100 g. Ikan anchovy (teri) memiliki total kandungan Purin sekitar 239 mg/100 g, sedangkan ikan anchovy kering sekitar 1109 mg/100 g. Ikan tuna memiliki total kandungan Purin sekitar 257 mg/100 g, sedangkan ikan tuna dalam bentuk minyak ikan sekitar 290 mg/100 g.

  • Bebek dan golongan unggas lain

Daging bebek memiliki total kandungan Purin sekitar 138 mg/100 g. Daging angsa memiliki total kandungan Purin sekitar 165 mg/100 g. Daging burung kalkun muda beserta kulit memiliki total kandungan Purin sekitar 150 mg/100 g.

  • Udang dan kerang

Kerang memiliki total kandungan Purin sekitar 145 mg/100 g, sedangkan beberapa jenis cumi memiliki total kandungan Purin sekitar 129 mg/100 g hingga 160 mg/100 g. Udang memiliki total kandungan Purin yang bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari sekitar 144-273 mg/100 g. Bahkan, total kandungan Purin pada udang kering bisa mencapai sekitar 749 mg/100 g.

  • Daging olahan dan makanan beku

Daging olahan dan makanan beku memiliki kadar Purin yang cukup tinggi. Ham yang sudah dimasak memiliki total kandungan Purin sekitar 131-138 mg/100 g. Sosis memiliki total kandungan Purin sekitar 100-165 mg/100 g. (MHW)

  • Brokoli, bayam, dan parsley

Brokoli memiliki total kandungan Purin sekitar 130 mg/100 g. Daun bayam muda memiliki total kandungan Purin sekitar 172 mg/100 g. Parsley memiliki total kandungan Purin sekitar 289 mg/100 g.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY