Pengobatan Beri-beri pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Remaja yang kekurangan tiamin (vitamin B1) berisiko mengalami beri-beri. Beri-beri dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh. Ini karena tiamin adalah salah satu vitamin B yang berperan penting dalam metabolisme energi dan membangun jaringan tubuh. Beri-beri merupakan kondisi serius yang harus segera diberikan penanganan. Pasalnya, menunda pengobatan dapat mengakibatkan komplikasi yang sifatnya bisa permanen dan bahkan mengarah ke kematian.

Tiamin diperlukan untuk mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi serta berperan dalam metabolism protein. Zat gizi mikro ini menyediakan nutrisi bagi sel-sel saraf serta struktur dan fungsi neuron. Sistem saraf pusat bergantung pada tiamin untuk berfungsi secara normal, dan lapisan luar neuron dalam tubuh mengandung tiamin. Selain itu, tiamin juga berperan dalam mempertahankan kesehatan sistem kardiovaskular dengan menjaga sel-sel darah merah dan meningkatkan sirkulasi darah. Begitu penting fungsinya ini, tak heran kalau kekurangan tiamin bisa berakibat fatal.

Remaja membutuhkan 1,4 mg setiap hari untuk remaja laki-laki dan 1,1 mg untuk remaja perempuan. Karena termasuk vitamin yang larut dalam air, kadar tiamin dapat berkurang karena terbawa oleh urin. Kekurangan tiamin dapat berkembang dalam kurun waktu dua minggu. Dengan demikian, Anda perlu mengisi kembali kadar tiamin dalam tubuh secara teratur dengan mengonsumsi makanan kaya tiamin (daging sapi, kacang-kacangan, susu, gandum, jeruk, beras, dan gandum) sebagai bagian dari pola makan gizi seimbang. Di sisi lain, beri-beri dapat disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin dengan benar. Hal ini dapat disebabkan oleh penggunaan alkohol, menjalani dialisis, keracunan, atau gangguan herediter.

Ketika seseorang terus menerus kekurangan tiamin, gejala yang timbul bervariasi tergantung pada jenis beri-beri yang dialami. Adapun beri-beri diklasifikasikan menjadi beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah memengaruhi jantung dan sistem peredaran darah, yang seiring waktu bisa berkembang menjadi gagal jantung. Jenis lainnya, yaitu beri-beri kering dapat merusak saraf dan menurunkan kekuatan otot yang bisa berujung pada kelumpuhan otot. Sungguh serius bukan dampak dari beri-beri ini?

Jika beri-beri terdeteksi dan diobati dini, kerusakan jantung dan saraf yang ditimbulkannya masih bisa dipulihkan, maka dari itu kenali gejalanya. Secara umum, gejala beri-beri basah meliputi:

  • Sesak napas selama aktivitas fisik
  • Sesak napas saat bangun tidur
  • Detak jantung cepat
  • Pembengkakan kaki bagian bawah

Sedangkan, gejala beri-beri kering meliputi:

  • Penurunan fungsi otot, terutama di kaki bagian bawah
  • Mati rasa di kaki dan tangan
  • Kebingungan secara mental
  • Kesulitan bicara
  • Muntah
  • Gerakan mata yang tak disengaja
  • Kelumpuhan

Jika remaja Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke pusat medis. Dokter akan meminta menjalani serangkaian tes medis untuk menentukan kondisi medis yang mendasari gejala-gejala yang dialami. Darah dan tes urin umumnya akan dilakukan guna mengukur kadar vitamin B1 atau tiamin dalam tubuh remaja Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan neurologis untuk mengindentifikasi kurangnya koordinasi, kesulitan berjalan, kelopak mata menjuntai, dan refleks yang lemah. Pasalnya, beri-beri tahap lanjut dapat mengakibatkan kehilangan memori, kebingungan, atau delusi.

Jika gejala-gejala yang timbul memang mengindikasikan beri-beri, pengobatan umumnya melibatkan suplemen tiamin. Dokter mungkin meresepkan pil atau suntik tiamin. Untuk kasus yang parah, tiamin bisa diberikan secara intravena. Sambil terapi suplemen berjalan, kondisi remaja Anda akan dipantau melalui tes darah untuk melihat seberapa baik tubuh Anda menyerap suplemen yang diresepkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY