Pengobatan Cedera Tulang Belakang Karena Kecelakaan

www.sehatfresh.com

Bagaimana cara pengobatan untuk perbaiki sumsum tulang belakang karna kecelakaan sepeda motor, ada parut di tulang belakang dan kaki lumpuh akibat benturan tulang belakang?

Bahan Jawaban :

Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury adalah luka atau kerusakan yang terjadi pada saraf tulang belakang atau saraf yang terletak di ujung saluran (kanal) tulang belakang. Kondisi ini dapat berdampak permanen kepada kekuatan, sensasi dan fungsi organ tubuh lainnya yang berada di bawah area yang mengalami cedera. Hal ini dapat mengubah total kehidupan penderita terutama dalam kesehariannya.

Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang

Jeda antara cedera dan penanganan cedera saraf tulang belakang dapat mempengaruhi jenis komplikasi yang akan berkembang dan waktu pemulihan pasien. Penanganan juga dilakukan untuk meminimalisasi efek dari trauma kepala dan leher. Oleh karena itu, penanganan cedera saraf sering sudah dimulai dari tempat kejadian. Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada cara untuk mengembalikan fungsi saraf tulang belakang yang telah rusak. Peneliti masih terus berusaha menemukan terapi baru, termasuk prostesis dan obat yang memicu pertumbuhan atau memperbaiki sel saraf.

Tahap pengobatan cedera saraf tulang belakang pada kasus akut:

  • Tahapan awal pengobatan dilakukan untuk mencegah shock, dan menjaga pasien agar dapat bernapas. Imobilisasi leher juga dilakukan untuk mencegah kerusakan lanjutan pada saraf tulang belakang, dan mencegah komplikasi. Pengobatan tahap awal, terdiri dari:
  • Pelindung leher yang berguna untuk menjaga keseimbangan leher dengan tulang belakang.
  • Pembedahan mungkin dilakukan untuk mengangkat bagian tulang, keping, retakan tulang belakang, atau benda lain yang menekan tulang belakang. Pembedahan juga mungkin dilakukan untuk mencegah rasa sakit dan deformitas/cacat tulang.
  • Obat methylprednisolone dalam bentuk cairan injeksi. Obat ini dapat disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mengobati cedera saraf tulang belakang kondisi akut. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerusakan pada sel saraf dan peradangan di sekitar area cedera jika diberikan dalam waktu 8 jam setelah cedera terjadi.

Pengobatan cidera tulang belakang pada kasus lanjut, yaitu:

  • Pengobatan eksperimen. Penelitian terhadap pengobatan terbaru yang masih terus dilakukan hingga saat ini. Tujuannya mengendalikan peradangan, menghentikan kematian sel, dan merangsang regenerasi sel saraf.
  • Tahapan kedua dari pengobatan cedera saraf tulang belakang adalah untuk mencegah munculnya kondisi lanjutan atau komplikasi akibat cedera ini, seperti infeksi pernapasan, kontraktur otot, gangguan usus dan kandung kemih, kerusakan jaringan akibat imobilisasi (dekubitus), dan penggumpalan darah. Begitu kondisi pasien dianggap siap untuk menjalani perawatan dan terapi selanjutnya, maka pasien akan memulai tahap rehabilitasi.
  • Tahap ketiga atau rehabilitasi bertujuan untuk mengedukasi pasien tentang dampak cedera ini, bagaimana menghadapinya, dan tentunya pemulihan fisik. Pasien akan diajarkan untuk kembali membangun hidup yang produktif dengan memanfaatkan kemampuan barunya. Pasien dilatih untuk mempertahankan dan memperkuat fungsi otot yang ada, mengembalikan fungsi motorik halus yang terganggu, dan mempelajari teknik untuk beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari.
  • Pengobatan pada tahap rehabilitasi diberikan untuk mengatasi rasa sakit, mengendalikan efek dari cedera saraf tulang belakang terhadap fungsi organ pencernaan dan seksual. Selain itu juga berfungsi untuk mengendalikan kelenturan otot.

Alat bantu pengobatan cidera tulang belakang

Beberapa peralatan penunjang atau teknologi modern juga mungkin digunakan oleh penderita cedera saraf tulang belakang untuk memudahkan proses pemulihan fisik mereka, seperti:

  • Kursi roda listrik atau yang memiliki bahan yang lebih ringan dibandingkan kursi roda pendahulunya dapat membantu pasien menjalani aktivitas tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain.
  • Perlengkapan elektronik yang bisa dioperasikan menggunakan suara atau tombol dapat membantu pasien melakukan aktivitas atau rutinitas sehari-hari.
  • Alat perangsang fungsi elektrik atau functional electrical stimulation system (FES) yang digunakan untuk mengendalikan otot tangan dan kaki sehingga penderita dapat berjalan atau berpegangan.
  • Menggunakan bantuan robot untuk melatih kembali kemampuan berjalan setelah pasien mengalami cedera saraf tulang belakang. Peralatan ini masih bersifat terobosan baru yang masih harus disempurnakan.
  • Komputer yang dapat diaktifkan menggunakan program pengenalan suara dapat digunakan oleh pasien yang mengalami keterbatasan fungsi organ tangan akibat cedera ini.

Pemulihan cedera saraf tulang belakang dapat berlangsung cepat dan lama. Pada beberapa kasus, pemulihan dapat terjadi sedikit demi sedikit, dimulai dari satu minggu hingga 6 bulan, bisa juga memakan waktu hingga satu tahun atau lebih lama.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY