Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Kerusakan Hati (Sirosis)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sirosis merupakan penyakit kerusakan kronis yang mengakibatkan luka pada organ hati seseorang. Penyakit ini perlahan-lahan dapat menyebabkan jaringan yang sehat menjadi rusak, hingga akhirnya organ hati tidak mampu lagi melaksanakan fungsinya dengan baik.

Jaringan yang telah rusak menyebabkan aliran darah mengalami hambatan ketika melewati hati. Alhasil fungsi hati akan melambat dalam memproses hormon, nutrisi, obat serta racun. Selain itu produksi protein dan unsur-unsur lainnya yang terjadi di dalam hati juga mengalami hambatan.

Kerusakan pada hati yang diakibatkan sirosis tidak dapat diperbaiki, sebaliknya justru dapat menyebar lebih luas apabila tidak segera ditangani. Situasi inilah yang kerap diistilahkan gagal hati. Di lain pihak  penanganan yang dilakukan hanyalah bertujuan memperlambat perkembangan penyakitnya, bukan untuk menyembuhkan secara total.

Gejala penyakit sirosis

Penyakit sirosis awalnya hanya memunculkan sedikit tanda. Namun ketika fungsi hati sudah mengalami pengurangan secara signifikan, barulah muncul gejala-gejala pada seseorang seperti:

  1. Akan mengalami kehilangan selera makan.
  2. Akan mengalami keletihan.
  3. Akan mengalami kekurangan energi.
  4. Akan mengalami pembengkakan di pergelangan kaki
  5. Akan mengalami pembengkakan di perut.
  6. Akan mengalami penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  7. Akan mengalami memar di bagian tertentu.
  8. Akan mengalami kulit dan putih mata berwarna kuning.
  9. Akan mengalami mual
  10. Akan mengalami muntah darah.
  11. Akan mengalami gatal-gatal pada kulit.

Penyebab penyakit sirosis

Kondisi-kondisi yang dapat mengakibatkan penyakit sirosis antara lain infeksi virus hepatitis B, infeksi virus hepatitis C, mengkonsumsi minuman keras, serta perilaku lain yang dapat merusak sel pada hati. Beberapa langkah yang dapat dijalani untuk mendiagnosis sirosis antara lain:

  1. Menjalani pemeriksaan fisik. Dokter dalam hal ini akan melihat perubahan fisik yang pada pasien, apakah terdapat tanda-tanda sirosis.
  2. Menjalani tes darah. Pasien akan diambil sampel darahnya guna melihat tingkat fungsi hati serta kerusakan-kerusakan yang muncul.
  3. Menjalani pencitraan. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan guna pencitraan adalah ultrasound, CT scan, MRI, dan beberapa prosedur lainnya.
  4. Menjalani biopsi. Langkah ini merupakan pengambilan sampel pada jaringan sel hati.

Pengobatan penyakit sirosis

Pada dasarnya penyakit sirosis tidak dapat disembuhkan. Dengan demikian pengobatan yang dijalani hanyalah untuk memperlambat perkembangan yang mengakibatkan munculnya penyakit sirosis. Pengobatan juga dilakukan guna memperlambat kerusakan sel hati, sekaligus menangani komplikasi yang mungkin saja timbul akibat sirosis.

Pengobatan yang bisa dilakukan seperti mengonsumsi obat antivirus guna menyembuhkan hepatitis C, sehingga mencegah penyakit sirosis agar tidak bertambah kronis. Kemudian pasien juga diminta untuk menghentikan konsumsi minuman-minuman keras, sekaligus menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

Pencegahan penyakit sirosis

Sirosis yang diakibatkan karena mengkonsumsi minuman-minuman beralkohol, maka harus ditangani dengan perubahan gaya hidup untuk tidak mengkonsumsi minum-minuman keras lagi. Dengan gaya hidup yang lebih sehat, diharapkan penyebaran sirosis di dalam tubuh bisa berkurang.

Seseorang dalam pencegahan penyakit sirosis juga bisa dilakukan dengan menghindari hubungan seks yang tidak aman. Selain itu juga harus dihindari pemakaian narkotika, khususnya berbagi jarum. Vaksinasi juga harus dilakukan guna mencegah penyakit hepatitis, sehingga pencegahan penyakit sirosis bisa leboh optimal. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY