Pengobatan Epilepsi pada Anak

SehatFresh.com – Epilepsi ialah gangguan neurologis yang seringkali dialami anak-anak. Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat di mana aktivitas sel saraf di otak menjadi terganggu, menyebabkan kejang atau periode perilaku yang tidak biasa dan terkadang kehilangan kesadaran. Gejala kejang dapat bervariasi. Beberapa orang dengan epilepsi menunjukkan tatapan kosong untuk beberapa detik selama kejang, sementara yang lainnya disertai kedutan berulang pada lengan dan kaki.

Secara umum, kejang epilepsi dibedakan menjadi kejang fokal (terkadang disebut kejang parsial) dan kejang umum. Kejang fokal hanya memengaruhi satu sisi otak, sedangkan kejang umum mempengaruhi kedua sisi otak. Epilepsi hanya menunjukkan gejala ketika serangan berlangsung. Di luar serangan, mereka yang memiliki epilepsi akan tampak normal dalam menjalankan aktivitas hariannya. Inilah yang membuat penyakit ini unik, sehingga terkadang disalahartikan sebagai kesurupan.

Menurut Mayo Clinic, epilepsi bisa menyerang semua kalangan, tapi kondisi ini seringkali muncul di masa kanak-kanak dan setelah usia 60 tahun. Beberapa anak-anak mengembangkan epilepsi sebagai akibat dari cedera otak yang disebabkan oleh cedera kepala berat, kesulitan saat lahir, atau infeksi yang mempengaruhi otak seperti meningitis. Epilepsi dengan penyebab struktural semacam ini dikenal dengan epilepsi simtomatik. Bagi beberapa anak, epilepsi disebabkan oleh genetik. Kondisi ini dapat diwariskan dari satu atau kedua orang tua atau mungkin perubahan yang terjadi pada gen anak (sebelum mereka lahir). Epilepsi dengan penyebab genetik seringkali disebut epilepsi idiopatik.

Orangtua memegang peran penting dalam perkembangan anak yang menderita epilepsi. Penting untuk mengobati epilepsi karena beberapa alasan. Epilepsi yang tidak diobati menempatkan anak pada peningkatan risiko kecelakaan, seperti tenggelam, cedera kepala akibat jatuh, atau tersedak. Kebanyakan kejang tidak menyebabkan kerusakan otak, tapi bisa sulit untuk mengontrol serangan kejang. Terkadang, anak juga mengalami jenis kejang yang perlu perawatan intensif untuk mencegah kerusakan otak atau kematian.

Ada banyak pengobatan yang efektif untuk epilepsi. Kebanyakan anak dengan epilepsi menjalani kehidupan normal bila kejang terkontrol dengan baik. Beberapa anak mungkin berhenti mengalami kejang dengan pengobatan. Tapi, menemukan pengobatan terbaik untuk epilepsi memerlukan waktu yang lama dan anak harus menjalani berbagai pemeriksaan.

  • Obat-obatan

Untuk kebanyakan anak, perawatan pertama dan paling efektif adalah obat. Pengobatan seringkali mengombinasikan berbagai obat. Namun, kebanyakan orang dengan epilepsi dapat mengontrol kejang hanya dengan satu jenis obat. Kombinasi obat epilepsi dengan gaya hidup sehat serta hindari aktivitas fisik berlebihan dapat mengontrol kejang secara efektif. Peranan orang tua juga sangat dibutuhkan guna menghindari ketidakteraturan pengobatan. Dengan keteraturan pengobatan, kebanyakan penderita epilepsi bisa benar-benar bebas kejang.

  • Operasi

Saat ini, pengobatan epilepsi utamanya adalah dengan terapi obat. Namun, bila obat tidak cukup efektif mengendalikan kejang selama bertahun-tahun, operasi mungkin menjadi pilihan. Terkadang, anak-anak dengan epilepsi dipertimbangkan sebagai kandidat untuk operasi, terutama pada anak yang sangat muda di mana frekuensi dan keparahan kejang akan mengganggu kualitas hidup dan perkembangannya. Kejang yang merespon operasi dengan baik umumnya adalah kejang yang berasal dari zona otak tertentu, bukan dari beberapa daerah otak.

Prosedur bedah yang tersedia berkisar dari penghapusan sebagian lobus temporal hingga hemispherectomy (penghapusan hampir setengah otak). Risiko jangka panjang dari operasi pengangkatan struktur otak perlu benar-benar dipertimbangkan. Bayi tampaknya akan mendapatkan hasil perkembangan yang lebih baik setelah operasi. Namun, tingkat kematian selama dan setelah prosedur juga lebih tinggi pada bayi dibandingkan anak yang lebih tua.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY