Pengobatan Infeksi Usus

blogspot.com

SehatFresh.com – Infeksi usus merupakan masalah umum yang bisa timbul dari virus, bakteri, atau kondisi medis yang mendasarinya. Setiap perubahan dalam frekuensi atau tampilan buang air besar bisa menandakan adanya infeksi atau masalah usus lainnya. Banyak orang tanpa disadarai mengalami gejala awal infeksi usus. Sayangnya, kebanyakan orang mengira itu sebagai sakit perut biasa.

Ada bakteri menguntungkan dan merugikan yang hidup dalam sistem pencernaan. Selama kedua bakteri tersebut terjaga keseimbangannya, maka semuanya baik-baik saja. Namun, jika bakteri merugikan menjadi terlalu banyak, ini sangat merugikan bagi bakteri menguntungkan. Akibatnya, timbul infeksi dalam usus yang menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman seperti sakit perut. Infeksi virus juga dapat memengaruhi usus dan menyebabkan gejala yang tidak jauh berbeda.

Selain infeksi bakteri dan infeksi virus, ada sejumlah penyakit yang memengaruhi usus di mana gejalanya diindikasikan oleh infeksi usus. Gejala infeksi usus berulang dengan frekuensi sering kemungkinan mengindikasikan kondisi medis kronis yang mendasarinya. Ini seperti irritable bowel syndrome (IBS), kolitis ulserativa dan divertikulitis serta penyakit lain yang sangat serius seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, dan kanker usus besar.

Ada sejumlah gejala yang berhubungan dengan infeksi usus. Secara umum, gejala berkaitan dengan masalah pencernaan seperti diare, sembelit, atau tampilan feses yang tidak seperti biasanya. Gejala lain yang mungkin menyertainya antara lain kembung, gas, dan distensi perut. Dalam beberapa kasus, pendarahan pada anus juga bisa menjadi indikasi infeksi usus.

Pengobatan infeksi usus akan didasarkan pada gejala yang tampak dan penyebab infeksi. Ketika mendiagnosis gangguan usus, dokter biasanya membutuhkan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik sebelum memutuskan perlu tidaknya untuk melakukan tes darah atau tes feses. Dalam kasus tertentu, prosedur yang disebut kolonoskopi atau barium enema mungkin diperlukan untuk diagnosis lebih lanjut guna menentukan mengapa orang tersebut mengalami gejala infeksi usus.

Antibiotik biasanya diresepkan dalam kasus infeksi bakteri. Jika infeksi menyebabkan sembelit, dokter mungkin meresepkan obat pencahar. Obat pencahar akan melunakkan tinja dan membantu merangsang dorongan untuk buang air besar. Pencahar biasanya hanya digunakan untuk jangka waktu singkat karena efek sampingnya bisa mengakibatkan buang air berlebihan yang mengarah pada dehidrasi. Bila disebabkan oleh kondisi medis lain, maka pengobatan kondisi mendasar tersebut adalah kunci dalam penyembuhan infeksi usus. Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin memerlukan tindakan operasi.

Selain perawatan medis, diperlukan juga penyesuaian gaya hidup untuk mempercepat pemulihan dan mencegah infeksi usus berulang. Ini dapat dibantu dengan berfokus pada pola hidup sehat dan bersih, seperti:

  • Makanan bernutrisi adalah aspek penting untuk membangun pencernaan sehat. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan guna membantu melancarkan pencernaan, mungkin diperlukan asupan serat tambahan yang bisa diperoleh dari gandum utuh, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan segar.
  • Minum banyak cairan setiap hari untuk tetap terhidrasi serta menjaga kelancaran dan keteraturan gerakan usus.
  • Kurangi atau bahkan hindari konsumsi makanan olahan pabrik yang umumnya mengandung bahan kimia yang bisa melemahkan performa sistem pencernaan.
  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun di bawah air mengalir, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet.
  • Berolahraga secara rutin dan teratur. Selain tubuh terasa ringan dan bugar, olahraga juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Istirahat yang cukup dan kurangi stres juga memberikan kontribusi besar pada kesehatan saluran cerna.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY