Pengobatan Kanker Testis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain kanker prostat, kanker testis juga menjadi momok menakutkan bagi pria. Apalagi organ reproduksi ini berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Oleh karenanya, pria juga penting untuk rutin memeriksakan kesehatan reproduksinya. Jika menemukan adanya benjolan mencurigakan di area testis, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk memastikan apakah benjolan tersebut kanker atau bukan.

Jika hasil pemeriksaan medis menunjukkan positif kanker, dokter akan menentukan tahapan (stadium) kanker yang Anda miliki, lalu mendiskusikan pilihan perawatan. Pengobatan kanker testis akan tergantung pada tipe dan stadium dari kanker testis itu sendiri. Secara umum, pilihan pengobatannya meliputi:

  • Operasi

Dalam kasus kanker testis stadium awal, operasi umumnya menjadi satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan. Operasi yang dilakukan umumnya adalah operasi pengangkatan testis (orkidektomi). Tapi, dokter juga mungkin menjalankan prosedur operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening terdekat yang telah terpengaruh kanker. Kehidupan seksual umumnya tak akan terlalu terpengaruh jika hanya satu testis yang terkena kanker.

  • Terapi penggantian testosteron

Jika kedua testis terpengaruh dan keduanya diangkat, maka produksi hormon testosteron akan terhenti. Ini membuat gairah seksual menjadi rendah dan sulit untuk mempertahankan atau mencapai ereksi. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan merekomendasikan juga terapi pengganti testosteron.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi merupakan metode pengobatan kanker yang terkadang digunakan pada pasien kanker testis tipe seminoma. Metode ini mungkin disarankan setelah operasi pengangkatan testis. Sama halnya dengan operasi, paparan energi radioaktif untuk membunuh sel kanker dalam terapi radiasi juga menimbulkan efek samping, seperti kelelahan, kulit di daerah perut dan pangkal paha yang menjadi kemerahan atau iritasi, dan yang paling parah adalah infertilitas.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker, di mana obat kemoterapi akan “mengalir” ke seluruh tubuh untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin telah bermigrasi dari tumor asli. Dalam pengobatan kanker testis, kemoterapi dapat digunakan sebagai pengobatan tunggal atau dapat juga diberikan sebelum atau setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening. Efek samping yang muncul akan tergantung pada obat yang digunakan. Secara umum, efek sampingnya meliputi kelelahan, mual, rambut rontok hingga infertilitas.

Kanker testis yang telah disembuhkan suatu saat bisa kambuh, terutama dalam kurun waktu dua tahun pertama setelah pengobatan usai. Untuk itu, jangan abaikan saran doker untuk melakukan tes dan pemeriksaan secara berkala untuk memantau risiko kekambuhan. Ini penting sebagai langkah deteksi dini sehingga jika sel kanker ditemukan tumbuh kembali, peluang keberhasilan pengobatan selanjutnya pun semakin tinggi. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY