Pengobatan Skizofrenia pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Skizofrenia atau yang banyak diasumsikan sebagai penyakit gila ini biasanya langkah pengobatan yang dilakukan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, meski gejalanya sudah mereda, namun pengobatan harus tetap dijalankan guna mencegah gejala-gejala Skizofrenia yang masih dapat kambuh sewaktu-waktu.

Skizofrenia adalah suatu kondisi dimana kesehatan mental mengalami gangguan yang serius yang menyebabkan gangguan pikiran, keyakinan dan pengalaman. Orang yang memiliki gangguan ini kesulitan dalam membedakan antara realita dan mana yang hanya khayalan atau alam pikiran.

Skizofrenia ditangani dengan kombinasi pengobatan yaitu pengobatan menggunakan obat-obatan dan terapi yang termasuk dalam pengobatan psikologis. Selama periode gejala akut, rawat inap di rumah sakit jiwa mungkin diperlukan untuk menjamin nutrisi, kebersihan, dan istirahat penderita, serta menjamin keamanan diri penderita dan orang-orang di sekitarnya. Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan ke penderita Skizofrenia:

Obat-obatan merupakan penanganan awal Skizofrenia, dan obat yang diresepkan oleh dokter biasanya adalah antipsikotik.

Obat Antipsikotik ini memengaruhi kinerja dopamin dan serotonin pada otak. Obat ini mampu mencegah, menurunkan, bahkan menghilangkan halusinasi, delusi, agitasi, serta kecemasan yang dialami penderita skizofrenia. Penderita yang menggunakan antipsikotik, perilakunya tidak seagresif penderita lainnya yang tidak menggunakan obat ini. Selain itu, menurut penelitian, mereka yang menggunakan antipsikotik juga jarang mengalami kumat setelah kondisinya membaik. Antipsikotik bisa digunakan dalam dua cara, yaitu diminum atau disuntikkan. Bagi penderita skizofrenia yang telah melewati masa akut, pemberian antipsikotik harus tetap diberikan sebagai langkah pencegahan. Ada dua kategori obat-obatan antipsikotik, yaitu antipsikotik generasi lama (fluphenazine, perphenazine, chlorpromazine , dan haloperidol) dan generasi baru (clozapine, ziprasidone, quetiapine, olanzapine, risperidone, aripiprazole, dan paliperidone). Efek samping yang hanya ada pada antipsikotik generasi lama adalah otot terasa berkedut, badan gemetar, dan kejang otot. Sedangkan efek samping yang ada pada kedua jenis antipsikotik adalah peningkatan berat badan, sembelit, mengantuk, pandangan kabur, mulut kering, dan berkurangnya gairah seks. Saat ini antipsikotik generasi baru merupakan obat yang paling sering direkomendasikan oleh dokter karena dianggap memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Penanganan psikologis juga dilakukan setelah gejala Skizofrenia reda, pada kondisi ini penderita juga harus tetap melanjutkan konsumsi obat, sejalan dengan itu penderita juga membutuhkan pengobatan psikologis untuk mengatur jiwanya agar tenang. Ada beberapa hal yang termasuk di dalam penanganan psikologis pada penderita Skizofrenia, yaitu:

  • Terapi individual. Pada terapi ini penderita diajarkan cara mengatasi stres dan mengendalikan skizofrenia melalui identifikasi tanda-tanda kambuh secara dini. Terapi ini juga berguna untuk memulihkan kepercayaan diri mereka. Terapi individual juga bermanfaat untuk kembali mengembangkan kemampuan mereka untuk bekerja dalam mengisi rutinitas kehidupannya. Selain itu, dalam terapi individu, penderita skizofrenia juga akan diajarkan cara-cara untuk mengendalikan perasaan dan pola pikirnya. Tujuannya adalah untuk menggantikan pikiran negatif dengan hal-hal yang positif.
  • Terapi kemampuan bersosialisasi. Penderita diajarkan bagaimana meningkatkan komunikasi dan interaksi dengan orang lain.
  • Penyuluhan yang diperuntukkan bagi keluarga penderita. Tidak sedikit yang menganggap penderita Skizofrenia sebagai aib keluarga, tak jarang juga penderita dipasung di dalam rumah dan tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, maka penyuluhan ini berguna untuk memberikan pendidikan serta wawasan pada keluarga penderita Skizofrenia, baik mengenai cara mengatasi masalah yang timbul akibat gejalanya, maupun cara memberikan dukungan bagi penderita Skizofrenia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY