Pengobatan untuk Penderita Body Dysmorphic Disorder

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Terlihat dari namanya saja mungkin cukup asing bagi kita, Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan suatu penyakit psikis atau gangguan mental yang bersifat kronis. Kronis diartikan dengan waktu atau lamanya gangguan ini berlangsung, patokannya adalah lebih dari tiga bulan. Ciri-ciri dari penderita BDD ini yakni seseorang menjadi lebih mementingkan penampilan tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mementingkan penampilan memang diperlukan setiap orang, akan tetapi penderita BDD bertindak terlalu berlebihan hingga membuat dirinya merasa cemas dan khawatir apabila penampilannya kurang baik.

Seorang ahli memaparkan bahwa kondisi ini kebanyakan dimulai ketika seseorang menginjak usia remaja. Pada saat inilah tubuh seorang anak remaja mengalami perubahan signifikan, tak jarang beberapa dari mereka melakukan beberapa hal untuk memperbaiki bagian tubuh tertentu untuk tampil lebih sempurna.

Parahnya lagi, penderita BDD tidak segan-segan untuk selalu memeriksa diri sendiri melalui cermin dengan menghabiskan waktu berjam-jam. Postur tubuh, mata, hidung, mulut, dan bagian yang tampak lainnya akan selalu dilihat dan berusaha untuk memperbaikinya walaupun tidak ada masalah yang berarti. Penderita BDD juga biasanya memiliki kepribadian yang cenderung kurang percaya diri, saat berada di kerumunan banyak orang mereka merasa minder bahkan malu untuk menampakkan diri. Pandangan diri yang negatif membuat penderita BDD seringkali mengalami depresi.

Pengobatan yang paling tepat untuk menanggulangi BDD yaitu pengobatan dengan dokter spesialis kejiwaan. Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang dapat diberikan untuk menangani BDD.

  1. Obat-obatan

Jenis obat yang digunakan untuk menyembuhkan BDD yakni Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRs). Obat ini digunakan untuk mengatasi depresi yang dialami remaja, terbukti efektif untuk menangani gejala, namun perlu berhati-hati pada penggunaan jangka panjang karena memiliki efek samping. Organ ginjal dan akan mengalami kerusakan apabila terus menerus mengonsumsi obat-obatan

  1. Psikoterapi

Terapi psikologis sangat cocok diterapkan untuk menangani BDD. Dengan memakai dua jenis terapi yakni Cognitive Behavioral Therapy dan Cognitive Rational Therapy, diharapkan pola pikir dan perilaku penderita BDD akan berubah menjadi lebih baik.

Cognitive Behavioral Therapy lebih menekankan pada perubahan kemampuan berfikir yang berkaitan dengan kebiasaannya. Saat penderita BDD diberikan terapi, diharapkan mereka akan mengubah pola pikir tentang kebiasaan seperti bercermin selama berjam-jam.

Sedangkan, Cognitive Rational Therapy menekankan pada kondisi rasional dari penderita BDD. Penderita BDD akan diajak untuk berfikir rasional terhadap diri sendiri.

Terlepas dari dua pengobatan yang bisa membantu menangani BDD, adanya bimbingan dan dukungan dari keluarga juga menjadi poin penting untuk membantu proses penyembuhan.  Bimbingan dari orang terdekat seperti psikolog atau temannya sendiri digunakan untuk membangun strategi dalam mengatasi pikiran-pikiran negatif. Selain itu, poin penting lainnya adalah dukungan dari keluarga. Peran keluarga sangat menentukan keberhasilan dalam pengobatan. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here