Peningkatan Berat Badan yang Ideal Selama Kehamilan

SehatFresh.com – Ketika hamil, ibu tentunya akan mengalami kenaikan berat badan. Ini merupakan hal yang baik karena kenaikan berat badan pada ibu hamil merupakan tolak ukur kesehatan ibu dan janin. Meski kenaikan berat badan adalah hal yang baik, namun kenaikan berat badan secara signifikan tetap perlu diperhatikan.

Ketika hamil, calon ibu harus menambah asupan gizi dan nutrisi karena kebutuhan gizi dan nutrisinya bertambah. Beberapa wanita menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk bisa makan banyak. Sebagian lagi, ibu hamil merasa khawatir menjadi gendut dan takut tubuhnya tidak menarik lagi setelah melahirkan. Perlu diingat bahwa penambahan berat badan selama masa kehamilan itu sangat wajar. Jika ibu tidak mengalami peningkatan berat badan sama sekali, bisa jadi ada suatu masalah dengan kehamilan ibu.

Tingkat berat badan ideal sangat bergantung pada tinggi badan seseorang. Salah satu parameter yang digunakan adalah Body Mass Index (BMI). BMI dihitung berdasarkan berat badan dalam satuan kilogram yang dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter. Menurut The Institute of Medicines di Amerika Serikat, kategori kenaikan berat badan ibu hamil dilihat berdasarkan kondisi status gizi wanita tersebut sebelum hamil.

  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan kurang (BMI <18.5) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 12-18 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan normal (BMI antara 18.5-24.9) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 11-16 kg
  • Apabila sebelum hamil memilki status berat badan berlebih (BMI antara 25-29.9) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 7-11 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan sangat berlebih (BMI >30) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 5-9 kg.

Peningkatan berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan bayi terlalu besar sehingga menyulitkan proses kelahirannya, dan ibu akan mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan setelah melahirkan. Di sisi lain, jika berat badan ibu di bawah tingkat ideal, bayi berisiko lahir dengan berat badan lahir yang rendah di bawah 2,5 kg. Bayi dengan berat lahir rendah nantinya akan dihadapkan dengan masalah terkait dengan berat badannya yang kurang, seperti terganggunya perkembangan dan kecerdasan bayi serta kesehatan fisiknya pun cenderung kurang baik.

Maka dari itu, pemantauan kenaikan berat badan pada ibu hamil sangatlah penting sebagai salah satu cara menginterpretasikan kesehatan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat membawa dampak negatif bagi pertumbuhan janin, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itulah pelaksanaan pemeriksaan selama kehamilan menjadi sangat penting bagi setiap ibu hamil. Untuk menjaga berat badan ideal saat hamil, nasihat semua dokter umumnya sama, yaitu memerhatikan asupan makanan. Intinya, selama ibu menerapkan pola makan dan hidup yang sehat di masa kehamilan, mengenal bagaimana tubuh bekerja, dan rutin berkonsultasi dengan dokter atau bidan, maka berat badan ibu saat hamil akan tetap berada pada tingkat yang ideal.

Sumber gambar : www.kehamilanku.web.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY