Penjelasan Fakta dan Mitos Tentang HIV dengan AIDS

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hari AIDS sedunia jatuh pada tanggal 1 Desember. Untuk memperingatinya, tidak ada salahnya kita mengupas fakta dan mitos-mitos HIV/AIDS. Hal ini perlu karena selama lebih dari tiga dekade virus dan penyakit tersebut berkembang, sebagian orang masihmenerima informasi yang kurang akurat tentangnya.

Nah, berikut adalah sejumlah fakta mengenai HIV/AIDS:

  • Di dunia, wilayah paling banyak terinfeksi HIV adalah Sub-Sahara Afrika, yaitu 25,6 juta jiwa. Angka ini merupakan 2/3 dari total angka infeksi HIV global.
  • Tiap 25 menit ada satu orang terinfeksi HIV di Indonesia. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia menurut golongan umur ada pada rentang usia 20-29 tahun, diikuti rentang usia 30-39 tahun.
  • Pengidap HIV masih bisa punya anak. Wanita subur yang terinfeksi HIV tetap dapat memiliki anak. Jika ibu dan bayi menggunakan obat antiretroviral, wanita positif HIV dapat memiliki bayi yang negatif HIV.
  • Hidup penderita AIDS tidak berakhir hanya karena positif HIV! Tidak ada penyembuhan atau vaksin untuk HIV/AIDS. Namun antiretroviral therapy (ART) dapat membantu orang yang positif HIV hidup lebih lama dan sehat.
  • Pengidap HIV masih bisa menularkan virus meski sudah minum obat

Obat-obatan antiretroviral membantu orang-orang positif HIV–bahkan AIDS–untuk hidup lebih lama, normal dan produktif. Apabila bekerja dengan baik, obat-obatan ini dapat mengurangi jumlah virus dalam darah sehingga tidak muncul pada tes darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa virus masih “bersembunyi” di area lain pada tubuh.

Sementara itu, di bawah ini adalah sejumlah mitos tentang HIV/AIDS:

  • Virus HIV ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah dan cairan kelamin. Namun, sebagian orang menjadi khawatir jika virus menular lewat gigitan nyamuk. Faktanya, beberapa penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh National Cancer Institute, menunjukkan bahwa tidak terjadi kasus penularan HIV, bahkan di daerah yang banyak nyamuknya.
  • Sebagian orang juga masih menganggap HIV/AIDS bisa tertular dari ciuman bibir. Jangan khawatir, ciuman tak akan membuat kita tertular HIV. Virus HIV tinggal di sel T, salah satu bagian sel darah putih manusia. Sel T terdapat dalam semua cairan tubuh manusia dengan jumlah yang berbeda-beda. Paling banyak ada di dalam darah, cairan vagina, cairan semen dan ASI. Jumlahnya hanya sedikit di air mata, air liur dan keringat.
  • Mitos lainnya adalah HIV/AIDS ditularkan lewat pembalut kewanitaan yang sudah terkontaminasi virus. Asumsi ini salah sebab virus HIV akan mati di udara bebas dalam waktu kurang dari semenit.
  • Memang ada banyak pelaku homoseksual pria yang terjangkit HIV. Tapi, bukan berarti hubungan heteroseksual bebas risiko. Data di Indonesia menunjukkan, bahwa kelompok yang paling banyak menderita HIV adalah ibu rumah tangga.
  • Seseorang yang positif terjangkit HIV bisa memiliki tanpa gejala apapun selama bertahun-tahun. Dengan kata lain, ia tidak serta-merta mengetahui kalau dirinya terjangkit virus mematikan tersebut. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan uji medis. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here