Penjelasan Medis Meninggalnya Guru yang Dianiaya Murid di Madura

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – #DokterTalk – Diberitakan meninggal setelah dianiaya oleh murid, meninggalnya Ahmad Budi Cahyono belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Guru seni rupa di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura itu sempat dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebelum dinyatakan meninggal dengan diagnosis mati batang otak.

Guru Budi diketahui mendapatkan pukulan pada bagian tengkuk. Dokter yang memeriksa menduga adanya benturan yang keras pada bagian leher yang menyebabkan leher sampai patah. Hal ini berakitat fatal karena dalam tulang leher terdapat saraf pembuluh darah dan saluran pernapasan yang terhubung secara langsung ke otak. Saat ditangani, kondisi guru Budi sudah parah. Tubuhnya sudah tidak lagi merespon rangsangan dari luar, dan akhirnya tidak tertolong.

Apa yang menimpa guru Budi dapat menyebabkan aliran oksigen dan darah menuju otak juga akan terhenti. Tanpa suplai oksigen dan darah yang cukup, maka sel-sel di dalam otak akan mati secara permanen dan tidak dapat berfungsi lagi berbagai sistem di dalam tubuh sehingga penderitanya akan kehilangan kesadaran.

Batang otak sendiri merupakan bagian bawah otak yang terhubung ke sumsum tulang belakang. Bagian otak ini memegang peranan penting untuk mengatur berjalannya berbagai fungsi vital tubuh yang menopang kehidupan, seperti pernapasan jantung, hingga kesadaran. Tanpa otak yang berfungsi sebagaimana mestinya, sistem tubuh tidak dapat lagi menghasilkan hormon-hormon penting untuk mendukung berbagai proses biologis. Tekanan darah dan temperatur tubuh yang normal pun akan sulit dicapai apabila batang otak sudah tidak berfungsi secara permanen.

Jika seseorang telah kehilangan fungsi batang otaknya, maka ia akan kehilangan potensi kesadaran dan tidak lagi bisa bernapas. Hal ini pada gilirannya menyebabkan hilangnya fungsi otak secara permanen atau kematian otak. Jika ini terjadi, maka seseorang dinyatakan telah meninggal secara medis.

Selain cedera atau trauma pada kepala dan sekitarnya, mati batang otak juga bisa disebabkan hal lain, seperti henti jantung, serangan jantung, stroke, penggumpalan darah di otak, tumor otak, dan infeksi otak tertentu.

Orang-orang dengan mati batang otak didiagnosis dengan kriteria:

  • Hilang kesadaran dan tidak merespons rangsangan di luar.
  • Detak jantung dan pernapasan tidak memungkinkan tanpa bantuan ventilator.
  • Ditemukan adanya kerusakan otak parah yang tidak dapat disembuhkan.

Jantung dan beberapa organ lain pada pasien mati batang otak masih dapat dipertahankan dengan bantuan alat penunjang maupun obat-obatan. Namun, pasien tidak dapat kembali sadar. Para dokter umumnya tetap memberikan alat penunjang kepada pasien mati batang otak untuk mempertahankan sejumlah organ tetap hidup untuk kemudian didonorkan. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here