Penting! Pengobatan dan Pencegahan Sariawan Serviks

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sariawan (stomatitis) merupakan reaksi radang berupa luka terbuka atau bercak yang terjadi di lapisan epitel kulit. Sariawan bisa muncul pada rongga mulut, lidah, usus, hingga di organ genital. Lantas bagaimana pencegahan dan pengobatan pada sariawan serviks?

Penyebab sariawan serviks bisa dari infeksi bakteri atau virus

Infeksi virus HPV tipe 2 menjadi salah satu faktor penyebab munculnya sariawan serviks. Faktor penyebab lain sariawan serviks adalah infeksi bakteri. Gejala awal yang dialami wanita apabila terkena sariawan serviks akan merasakan nyeri, gatal, perih, hingga panas di area vagina. Gejala lainnya adalah keputihan hingga rasa sakit ketika berhubungan intim.

Wanita apabila mengalami gejala seperti itu, sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter spesialis kelamin. Jangan sekali-kali menganggap sepele gejala yang dirasakan tersebut, meski tidak melihat bintil-bintil sariawan di sekitar vagina! Pasalnya jika terlambat sariawan serviks bisa menyebabkan infertilitas, peradangan, hingga munculnya sel-sel ganas.

Sariawan serviks bisa menggangu kesuburan

Sariawan serviks bisa menyebabkan ketidaksuburan, karena peradangan yang membuat lendir di serviks mengental. Kondisi ini membuat sperma sulit berenang menembus sel telur. Pada kasus lain yang juga sering muncul pada wanita, peradangan akan menghambat sel telur yang telah dibuahi menuju rahim. Situasi ini akan menyebabkan kehamilan di luar kandungan.

Sariawan serviks bisa menyebar

Sariawan serviks apabila dibiarkan dalam kurun waktu lama, maka bisa terus naik hingga menuju rahim dan panggul. Hal ini tentu menimbulkan reaksi peradangan pada daerah tersebut. Perlu diketahui jika sariawan di mulut, berbeda dengan di serviks baik penyebab dan bentuknya.

Sariawan di mulut umumnya memiliki permukaan rata, sementara di serviks berbentuk benjolan kecil berisi cairan bening. Benjolan itu akhirnya bisa pecah membentuk bercak putih. Sariawan di serviks juga dapat muncul bergerombol atau satu persatu. Umumnya di sekitar sariawan akan ditemui bekas luka parut atau lasterasi.

Pengobatan dan pencegahan sariawan serviks

Virus HPV yang menjadi salah satu faktor penyebab sariawan serviks, dapat menular melalui hubungan seks. Alhasil guna menghindari penularan virus tersebut, wanita yang aktif secara seksual harus membentengi diri dengan cara memperbaiki gaya hidup.

Tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, bisa menjadi salah satu pencegahan menyebarnya virus HPV yang menyebabkan sariawan serviks. Pasangan yang terlihat sehat secara kasat mata, bukan berarti dirinya bebas dari serangan virus HPV. Meski virus sudah hinggap di tubuh, namun penyakit tidak lantas muncul selama tubuh fit.

Merokok juga harus dihindari bagi para wanita. Nikotin dan racun rokok yang masuk ke darah, mampu meningkatkan risiko tumbuhnya sel abnormal di serviks. Wanita juga perlu memelihara kebersihan tubuh untuk mencegah penularan serta serangan virus HPV.

Ketika di kamar mandi umum misalnya, alangkah baiknya jangan duduk di dudukan toilet serta tidak menggunakan air dari ember untuk membasuh organ intim. Gunakanlah air baru yang mengalir dari kran, agar kebersihan tetap terjaga.

Wanita juga perlu mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan daya tahan sel epitel atau mukosa dari serviks. Tidak kalah pentingnya adalah melakukan pemeriksaan teratur terkait kesehatan organ intim dan segera temui dokter bila mengalami keluhan apa pun di area vagina. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here