Pentingnya Berat Badan Ideal Sebelum Hamil

SehatFresh.com – Banyak pasangan yang sudah merencanakan dan mempersiapkan kehamilan baik sebelum atau setelah pernikahan. Bagi ibu yang ingin segera hamil, sudahkah ibu mengetahui pentingnya menjaga berat badan ideal sebelum kehamilan?

Berat badan yang tidak ideal sebelum kehamilan dapat berdampak pada sulitnya mendapatkan kehamilan dan menjalani kehamilan yang sehat. Kekurangan atau kelebihan berat badan bisa memengaruhi peluang ibu untuk memiliki keturunan. Wanita kurus cenderung tidak memiliki siklus menstruasi yang teratur, yang mana hal tersebut memengaruhi kemampuannya untuk hamil. Jika Anda ingin memiliki bayi, cobalah untuk mencapai berat badan yang sehat sebelum mencoba untuk hamil. Konsepsi dan hasil kehamilan positif lebih mungkin jika Anda memulai kehamilan dengan berat badan yang sehat.

Banyak dokter menggunakan indeks massa tubuh untuk menentukan apakah berat badan ibu berada pada tingkat ideal. Faktor pengukuran ini berdasarkan pada tinggi dan berat badan. BMI antara 18,5 dan 24,9 dikatakan sehat. Jika BMI Anda lebih rendah dari ini, Anda dianggap kekurangan berat badan. Jika lebih tinggi, Anda dianggap kelebihan berat badan, dan jika BMI lebih dari 30, Anda masuk dalam kategori obesitas.

Kekurangan atau kelebihan berat badan berkaitan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, yang membuat lebih sulit bagi Anda untuk hamil. Wanita kurus cenderung kekurangan lemak dan tidak memiliki siklus menstruasi yang normal. Sedangkan menjadi obesitas meningkatkan risiko sindrom ovarium polikistik, yang selanjutnya mengurangi peluang untuk hamil. Setelah Anda mencapai berat badan yang sehat, Anda lebih mungkin untuk hamil.

Wanita dengan berat badan yang sehat sebelum mereka hamil lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestational, tekanan darah tinggi atau c-section. Bayi yang dikandung juga lebih kecil kemungkinannya untuk dilahirkan prematur, berat badan lahir yang rendah atau menjadi gemuk ketika dewasa kelak. Anda juga lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki bayi lahir dengan cacat jantung bawaan atau anak-anak yang mengembangkan diabetes tipe 2 ketika usia mereka bertambah.

Jika calon ibu terlalu kurus, maka langkah utama yang dapat dilakukan adalah dengan menambah porsi makan sehingga ibu bisa mencapai berat badan ideal sebelum hamil. Sedangkan jika calon ibu terlalu gemuk, hal yang perlu ibu lakukan adalah beralih ke makanan berkalori rendah namun tetap kaya akan gizi, tidak mengandung lemak jenuh atau minyak jenuh dan berkadar gula rendah. Untuk pengaturan menu dan takarannya, ibu bisa berkonsultasi kepada ahli gizi yang bisa memberi rekomendasi pola makan yang sesuai agar berat badan ideal sebelum hamil bisa tercapai.

*Sumber gambar : wanitagaya.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY