Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap

0
228
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Imunisasi sangat penting diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Pentingnya imunisasi bayi dan balita adalah untuk mencegah sakit berat, wabah, cacat dan kematian. Tujuan program imunisasi bermaksud untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Lima imunisasi dasar yang wajib diperoleh bayi adalah:

  1. Bacillus Calmette Guerine (BCG)

Vaksin BCG diberikan untuk memberi kekebalan aktif terhadap tuberkulosa atau untuk mencegah penyakit TB. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan dari orang ke orang. Imunisasi BCG diberikan untuk semua bayi. Pemberiannya dijadwalkan sebelum bayi usia 3 bulan. Bila diberikan pada bayi usia lebih dari 3 bulan maka bayi harus dilakukan tes mantoux terlebih dahulu. Imunisasi BCG biasanya akan menimbulkan bekas berupa jaringan parut bulat berdiameter 4-8 mm setelah 3-6 minggu setelah penyuntikan. Jaringa parut akan sembuh sendiri dalam 2-3 bulan tanpa memerlukan terapi apapun. Perlu diketahui, imunisasi BCG yang tidak menimbulkan jaringan parut tidak berarti imunisasinya gagal.

  1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B pada bayi diberikan sebagai pencegahan untuk menghindari penyakit hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif untuk memutuskan rantai penularan melalui transmisi maternal dari ibu pada bayinya. Dosis pemberian imunisasi ini diberikan 3 kali, jika diberikan hanya 2 kali atau 1 kali saja, maka imunusasi ini tidak maksimal sehingga virus hepatitis B masih bisa menyerang bayi. Imunisasi Hepatitis B, diberikan sebanyak 3 kali yaitu segera saat bayi lahir, memasuki bulan pertama, dan diantara bulan ke 3 sampai 6.

  1. Dhifteri Pertusis Tetanus (DPT)

Imunisasi DPT adalah upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama). Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali ketika bayi berusia 6 minggu dengan interval 1-2 bulan untuk pemberian selanjutnya.

  1. Polio

Imunisasi polio diberikan dengan tujuan untuk mencegah anak terjangkit penyakit polio. Penyakit polio dapat menyebabkan anak menderita kelumpuhan pada kedua kakinya dan otot-otot wajah. Imunisasi polio diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan dengan interval waktu 6-8 minggu.

  1. Campak

Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga bayi butuh antibodi tambahan melalui pemberian vaksin campak. Imunisasi campak diberikan untuk mencegah anak terkena penyakit campak (measles atau morbili). Imunisasi campak diberikan 2 kali yaitu pada saat anak umur 9 bulan dan umur 6 tahun.

Tujuan imunisasi adalah untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat antibodi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Inilah yang dimaksud dengan pentingnya imunisasi bagi bayi. Imunisasi terkadang mengakibatkan efek samping. Hal ini membuktikan vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang ditimbulkan setelah imunisasi tidak berbahaya. Selain itu tidak semua anak akan mengalami demam setelah imunisasi karena hal ini juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, sebelum membawa anak anda untuk diimunisasi, pastikan terlebih dahulu buah hati Anda berada dalam kondisi yang sehat dan siap untuk diimunisasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY